Disdukcapil Kejar Target SIAKMuchlis: Dana Terbatas Jadi Kendala
02:37:53 2010-10-07
TANJUNG REDEB- Kekurangtahuan warga Berau terhadap disiplin administrasi kependudukan, membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau harus kerja keras, untuk pendataan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Hal itu bisa kita lihat dari minimnya masyarakat yang melaporkan kepindahan, kedatangan, kematian, atau kelahiran anggota keluarga kepada ketua RT setempat atau kantor Disdukcapil, kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau HM Muchlis Dahrie. Sehinggga menurut analisa dia, perubahan data kependudukan masyarakat Berau baru bisa dilakukan ketika yang bersangkutan ada kepentingan. Oleh sebab itu, yang akan diterapkan Disdukcapil ini adalah jemput bola, untuk pemenuhan target waktu penyelesaian SIAK . Minimnya warga mengurus administrasi kependudukan menurut Muchlis bukan tanpa alasan, geografis Berau yang berjauhan antar satu daerah dengan lainnya menjadi kendala utama. Berapa biaya yang harus mereka keluarkan hanya demi melaporkan kelahiran bayi mereka. Oleh sebab itu Disdukcapil sat ini terus brupaya agar bisa selesai dengan cara jemput bola, lebih aktif turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Dijelaskannya, dalam pendataan tersebut, dari 13 kecamatan baru 4 kecamatan yang sudah online yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur. Kata dia, faktor utamanya masalah dana. Anggaran yang tersedia kurang untuk memenuhi itu, terutama untuk biaya operasional, ungkapnya. Pendanaan inilah yang menjadi batu sandungan untuk turun ke lapangan, terlebih lagi pusat dalam menentukan formulasi anggaran untuk memberikan bantuan salah kaprah, biaya mobilitas seluruh daerah Indonesia dihitung sama. Kalau menurut kami, seharusnya tidak disamakan, harus melihat kondisi geografisnya dong! Kalau di daerah Jawa mungkin biaya perjalanan Rp 10 ribu cukup untuk menempuh ratusan kilo meter, tapi kalau di Berau, Rp 10 ribu itu sampai dimana?, jelasnya.. Untuk menyukseskan pendataan itu, Disdukcapil terus memantapkan koordinasi dengan perangkat daerah tingkat di bawahnya, seperti kecamatan, kelurahan dan ketua RT. Oleh sebab itu, untuk mensukseskan program tersebut warga juga diminta turut bereran aktif dengan cara melaporkan kepada ketua RT, kelurahan, kecamatan, atau langsung ke Disdukcapil. Agar mempermudah penerapan SIAK. roz
|