Pansus Pemilu Kada Minta KPUD Netral2010-10-07 06:40:53
SAMARINDA-Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mursyid, meminta Panitia Pengawas (Panwas) memberihkan alat peraga kampanye (algakan) yang saat ini masih arak di beberapa titik di wilayah Kota Samarinda. Hal itu dikemukakan Mursyid, usai mengikuti rapat koordinasi pemilihan umum kepala daerah di ruang utama, Gedung DPRD Kota Samarinda, Selasa (5/10) malam. Rapat juga dihadiri oleh KPUD Kota Samarinda, Panwas Kota Samarinda, pihak aparat keamanan dari Poltabes Samarinda dan dari unsur TNI. Tak hanya itu, Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) Kota Samarinda juga diminta untuk bersikap netral dalam menjalankan amanah penyelenggaraan calon walikota(cawali) dan calon wakil walikota (cawawali) Samarinda yang berlangsung 12 Oktober 2010 mendatang. Dalam rapat tersebut memang kami tekankan agar pihak penyelenggara pemilihan umum kepala daerah dapat menjalankan amanah-nya dengan benar. Agar tujuan dari pemilihan umum itu sendri dapat menjadi harapan bagi masyarakt Samarinda, ucap Mursyid. Panwas, pinta Mursyid, harus segera membersihkan semua alat peraga dari semua calon peserta pemilu kada. Pasalnya, berbagai alat peraga saat sangat marak dibeberapa titik kota Samarinda. Tak anya itu alat peraga kampanye tersebut juga beredar luas pada mobil pribadi maupun angkutan umum. Nah itu yang perlu diperhatikan oleh Panwas. Jangan sampai hal ini menimbulkan masalah hanya karena kelalaian dari Panwas itu sendiri, ujarnya. KPUD Kota Samarinda juga tak luput dari peringatan yang dilontarkan popolitisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Menurutnya, KPUD bersikap netral. Tidak memiliki keberpihakan pada salah satu calon. Dengan sikap netral itu akan tercipta pemilihan kepala daerah dengan cara yang adil dan demokrasi. KPUD kan hanya penyelenggara dari pemilihan walikota saja. Jadi saya kira tidak tepat jika ikut bermain didalam pesta demokrasi ini. Kasihan masyarakat juga nanti yang kena akibatnya, katanya. Lebih lanjut dikatakan, aparat maupun instansi terkait diminta untuk meneliti kotak suara di tiap TPS. Karena kondisi kotak suara dapat mengalami perubahan yang mengakibatkan kesalahan dalam pemungutan suara nanti. Ini sangat penting kami ingatkan. Jangan sampai pemilu legislative yang lalu ada beberapa kesalahan yang justru terjadi lagi pada pemilihan walikota mendatang, katanya menegaskan. Menjelang hari H pemilihan walikota di Samarinda, Mursyid, melihat ada beberapa isu yang berembus. Meski entah dari mana asalnya, namun demikian pihak keamanan diminta untuk selalu mewaspadai dan menjaga kondisi Samarinda. Kita tahu ada beberapa isu yang masuk melalui sms ataupun isu yang sengaja dihembuskan oleh tim peserta pasangan calon. Hal ini perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan masalah keamanan nantinya, katanya mengakhiri. adv
|