Anggaran Pendidikan 20 Persen Dinilai Terealisasi 2010-10-07 06:43:04
SAMARINDA-Anggaran pendidikan Kaltim yang digagas Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak hingga saat ini ternyata dinilai telah terealisasi dengan baik dan tepat sasaran. Demikian disampaikan Asisten III Setprov Kaltim Bidang Kesejahteraan Rakyat kemarin. Menurutnya, dari anggaran tahun 2010 yang mencapai Rp326 miliar ternyata telah dimaksimalkan secara menyeluruh di kabupaten/kota se Kaltim. Sebab, seperti pembangunan gedung dan rehab sekolah tentunya bukan wewenang Pemprov Kaltim melaksanakannya. Hanya saja, lanjutnya, Pemprov Kaltim sekedar mengoreksi hasil itu semua, yang selanjutnya dapat dilaporkan, guna sebagai laporan pertanggungjawaban anggaran. Sesuai laporan Bappeda Kaltim dan Disdik Kaltim, Alhamdulillah anggaran 20 persen untuk pendidikan di Kaltim telah terealisasi dengan baik dan tepat sasaran, ujar Asisten III Setprov Kaltim H Sutarnyoto ketika ditemui usai rapat mengenai pembahasan anggaran 20 persen pendidikan di Kaltim, Rabu (6/10). Dikatakannya, untuk anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen diharapkan dapat didukung semua pihak, baik dari legislative dan eksekutif tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Saya pikir, mengenai anggaran pendidikan 20 persen ini seharusnya didukung oleh DPRD, terutama DPRD Kaltim. Tapi, untuk itu, saat ini kami masih mencoba menghimpun data berapa jumlah anggaran yang telah tersalurkan, sehingga tidak terjadinya perbedaan persepsi antara DPRD Kaltim dengan Pemprov Kaltim mengenai anggaran pendidikan 20 persen ini, jelasnya. Anggaran pendidikan itu, lanjut dia, bukan hanya dikelola oleh Disdik Kaltim saja untuk 20 persen tersebut. Melainkan juga dikelola SKPD-SKPD di Lingkungan Pemprov Kaltim, khususnya di bagian keuangan, sehingga data penyalurannya dapat diketahui secara akurat. Dari data Bappeda yang disampaikan kepada saya untuk 2010 ada sekitar 20 persen lebih anggaran pendidikan itu tersebar ke kabupaten/kota se Kaltim. Tapi, anggaran itu tersebar dari beberapa SKPD di Lingkungan Pemprov Kaltim, termasuk bantuan keuangan dan hibah kepada kabupaten/kota se Kaltim, timpalnya. Hal itu juga, lanjutnya, diharapkan dapat dievaluasi ke depannya. Menurutnya, anggaran itu tentunya perlu dihitung lagi penyalurannya. Jadi, untuk penyalurannya hingga saat ini, anggaran 20 persen pendidikan tersebut telah mencapai Rp 1 triliun lebih. Sedangkan, dari bagian keuangan sendiri untuk anggaran pendidikan sudah dikeluarkan mencapai Rp 400 miliar lebih. Oleh karena itu, saya pikir penyaluran anggaran pendidikan 20 persen sudah terealisasi dengan baik dan tepat secara menyeluruh di kabupaten/kota, pungkasnya. mar
|