Saat Ini Masyarakat Cari Sekolah Gratis2010-10-08 05:21:57
BALIKPAPAN, Kepala SMPN 6 Abidin, S.Pd berharap agar Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan datang diberikan berdasarkan jumlah rombong belajar (rombel) dan bukan dihitung berdasarkan jumlah siswa seperti nyang berlangsung selama ini. "Pasalnya, banyak sekolah yang kewalahan membiayai operasional sekolah karena memiliki siswa yang sedikit, untuk itu kami lebih setuju kalau BOS tersebut dihitung berdasarkan jumlah rombel, " kata Abidin kepada wartawan baru-baru ini. Dijelaskannya, untuk mengubah kebijakan mengganti pembayaran dana BOS berdasarkan rombel tentunya dibutuhkan pengkajian ulang, sebab umumnya biaya yang dibutuhkan untuk operasional belajar setiap kelasnya hampir sama, baik jumlah rombel sedikit maupun banyak. Beda halnya kalau BOS tersebut dibayar berdasarkan jumlah siswa, maka akan ada sekolah yang berusaha menambah siswanya supaya bisa mendapatkan dana BOS lebih sehingga bisa mendapatkan anggaran yang cukup besar untuk operasional sekolah. Sementara akan ada sekolah yang kekurangan siswa sehingga terpaksa mendapatkan dana BOS yang kurang, akibatnya sekolah tersebut tidak masimal mengadakan kegiatan belajar mengajar (KBM) karena terkendala dana operasional yang kurang. Sekadar diketahui bahwa besaran dana BOS pusat Rp 575 ribu/siswa/ tahun, sedangkan untuk BOS Daerah sebesar Rp 786 ribu/siswa/tahun, sementara itu anggota Komisi IV DPRD kota Balikpapan Eka Citra Devi, SST menyampaikan bahwa APBD-P tidak berpengaruh dengan pembayaran dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah), sebab BOSDA tersebut sudah dianggarkan dalam APBD yang dibayarkan secara triwulan. "Kalau pun ada keterlambatan pembayaran biasanya terjadi di awal tahun karena APBD belum disahkan untuk itu kami sudah mengecek, bahwa pembayaran BOSDA tidak berpengaruh dengan keterlambatan pengesahan APBD-P," jelas Eka Citra, politisi dari PKS ini. Drs. Muh. Budiansyah, Spd, mengatakan apa yang dikeluhkan kepala SMP Negeri 6 adalah hal wajar karena sekolah membutuhkan biaya operasional sekolah yang cukup besar namun jangan dikaitkan dengan aturan yang sudah berjalan selama ini dimana setiap sekolah yang mendapatkan BOS dihitung dari siswa yang ada bukan dari rombel. Kalau ada sekolah yang siswanya sedikit dan umumnya adalah sekolah swasta, itu sudah menjadi resiko sekolah itu, kalau memang minat masyarakat memasukkan anaknya kesekolah itu tentunya sekolah tersebut harus buka wawasan dan mencari solusi bagi kemajuan sekolah. Sekarang ini masyarakat sudah melek pendidikan, apalagi dengan gagasan pemerintah untuk menggratiskan semua biaya pendidikan sehingga sangat berpengaruh terhadap anak-anak yang akan masuk sekolah dimana makan mencari sekolah negeri, kecuali mereka dari keluarga yang memiliki ekonomi kuat, ujarnya. Menurut Budiansyah, dia menyarakan agar sekolah-sekolah yang jumlah siswanya sangat sedikit agar secepatnya mencarikan jalan keluar, kemungkinan bergabuing saja dengan sekolah terdekat, tidak perlu memaksakan diri membuka sekolah tapi siswa yang mendaftar hanya sedikit sekali dan ada sekolah yang akhirnya tutup karena tidak ada pendaftar. max
|