Tingkatkan Kewaspadaan Flu Burung 2010-10-08 05:34:03
SAMARINDA--Tingginya angka curah hujan di Samarinda beberapa bulan terakhir ini, selain Pemkot Samarinda melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) kota Samarinda menginstruksikan kepada berbagai pihak agar segera mengambil langkah mengantisipasi dampak buruk dari terjadinya musim hujan, antara lain banjir dan tersebarnya sejumlah penyakit, terlebih penyakit flu burung atau Avian Influenza. Menurut Kepala Disnakan Samarinda, Hj Rini Purwati, meskipun selama ini, dinilai aman, bukan berarti bebas dari ancaman penyakit flu burung, tetap harus waspada dan perlu tindakan antisipasi dari di setiap warga masyarakat. Sebab, menurutnya kondisi itu belum tentu menjamin sepenuhnya dan tidak tertutup kemungkinan ancaman menjadi kenyataan bila lengah. Hal ini dikarenakan virus flu burung mudah menyebar akibat perubahan cuaca sejak Juli, yang membuat tingkat kelembaban udara meningkat. Kondisi udara demikian, katanya, menyebabkan virus tersebut mudah menjangkit, terutama di unggas sektor IV, atau unggas peliharaan warga yang kurang mendapatkan perawatan seperti tidak diberi vaksin dan disemprot disinvektan. Langkah efektif untuk mencegah virus tersebut, kata Rini, perlu tindakan antisipasi dari masyarakat dengan cara bioscurity, seperti penyemprotan lingkungan dengan disinfektisida. Langkah itu dinilai efektif dan murah serta mudah dijangkau masyarakat. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama kebersihan kandang. Begitu pula bagi pedagang unggas di pasar-pasar agar selalu disapu dan dibersihkan. Selain itu, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan memperketat pengawasan serta inspeksi terhadap unggas-unggas melalui pintu masuk (tapal batas) antara Samarinda dengan daerah lain untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung dari daerah lain, sebutnya. Lebih jauh dikatakannya, untuk mengantisipasi agar penyakit flu burung tidak menyebar di masyarakat, maka masyarakat diminta untuk selektif dalam mengkonsumsi daging ayam. Harga murah jangan dijadikan pertimbangan utama untuk menentukan konsumsi daging ayam. Pembelian daging ayam disarankan dapat dilakukan di los-los yang disediakan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Segiri. "Oleh karena itu, kami perlu dukungan masyarakat dan yang paling penting adalah kesadaran. Selain memperhatikan lingkungan rumah, kandang-kandang ternaknya juga harus tetap dijaga kebersihannya, ujarnya. Rini menegaskan agar masyarakat segera melapor ke Ketua RT atau Lurah setempat jika terjadi kematian unggas dalam jumlah banyak secara mendadak untuk dilakukan pemeriksaan, atau dapat langsung menghubungi nomor (0541) 744613 / 744616. hms4/adv
|