Pelaku IKM Mesti Kreatif dan Berinovasi2010-10-08 05:49:07
SAMARINDAKepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim, H Yadi Sabiannor mengajak pelaku industri kecil menengah (IKM) melakukan inovasi dan kreatifitas. Era perdagangan bebas menuntut produk-produk berkualitas dengan nilai tambah yang kompetitif. Namun syarat utama lain yang juga harus dilakukan adalah kedisiplinan. Produk-produk IKM Kaltim harus mampu bersaing secara baik dalam era persaingan pasar yang semakin terbuka. Mencapai itu pastinya tidak mudah, IKM perlu terus melakukan inovasi dan meningkatkan kreatifitas dengan pola kerja disiplin. Jika kita tidak mau berdisiplin, saya yakin sangat berat untuk mencapai sukses itu, kata Yadi Sabiannor saat membuka Konvensi Gugus Kendali Mutu (GKM) Industri Kecil Menengah se-Kaltim di Hotel Grand Sawit Samarinda, Kamis (7/10). GKM merupakan satu kelompok kecil yang melaksanakan kegiatan kendali mutu secara sukarela dalam tempat kerja yang sama. Kelompok kecil ini melaksanakan kegiatan secara terus-menerus sebagai bagian dari kegiatan pengendalian mutu perusahaan secara menyeluruh, pengembangan diri dan pengembangan bersama. GKM juga melakukan pengendalian dan perbaikan di tempat kerja dengan memanfaatkan teknik pengendalian dengan partisipasi seluruh anggota. Menghadapi tuntutan persaingan pasar yang kian ketat, Yadi Sabiannor menyarankan agar para pelaku IKM menerapkan konsep-konsep tepat dalam bentuk Pengendalian Mutu Terpadu agar produk lebih bisa diterima konsumen. Ada budaya yang harus dikembangkan dan harus dibiasakan di tempat kerja. Kita tidak perlu malu meniru konsep negara Jepang yang memang dikenal andal dalam konsep-konsep pengendalian mutu, kata Yadi Sabiannor. Budaya yang layak dikembangkan itu adalah budaya lima-R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Konsumen pada umumnya menginginkan produk yang ringkas dan sederhana, namun terlihat rapi dan bersih. Sebab itu, kualitas produk harus benar-benar dijaga dan dikerjakan dengan budaya rajin oleh seluruh staf pendukung. IKM tidak boleh puas ketika sudah bisa membuat produk bagus. Teruslah berusaha untuk membuat produk lebih hebat lagi. Sebab dengan begitu, inovasi dan kreatifitas akan terus berkembang, pesan Yadi. Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UMKM Kaltim, H Usdiansyah menjelaskan Konvensi GKM tahun ini diikuti tujuh kabupaten/kota, yaitu Berau, Kutai Kartanegara, Bulungan, Paser, Kutai Timur, Balikpapan dan Tarakan. Juara pertama dari Konvensi GKM tingkat provinsi ini akan mewakili Kaltim dalam Konvensi GKM tingkat nasional di NTB, November 2010 mendatang. GKM sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan pada persoalan kerjaan dan pemecahannya, menggalang kerjasama lebih efektif, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, mengurangi kesalahan dan meningkatkan mutu dan menciptakan hubungan atasan dan bawahan yang lebih serasi. mar
|