Limbah Tambang PT ABN Diduga Cemari Lingkungan05:58:28 2010-10-08
TENGGARONG-Perusahaan Tambang Batu Bara PT Adhimitra Baratama Nusantara (ABN), diduga sengaja membuang limbah ke aliran sungai setempat. Karena itu, instansi terkait di Pemkab Kukar diminta mengecek ke lapangan sebelum pencemaran itu meluas. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Jawa, Karmin saat ditemui Poskota Kaltim di lokasi, Kamis (7/10), mengaku memiliki sejumlah data atas dugaan pembuangan limbah ke sungai. "Saya melihat langsung ke lokasi tambang, jika pencemaran limbah yang terjadi dari areal tambang ," ungkap Karmin. Untuk itu, Karmin mendesak pemerintah dan dinas terkait segera mengecek indikasi pembuangan limbah di lokasi pertambangan ABN tersebut. Khususnya sepanjang aliran sungai yang ada di sekitar lokasi tambang. "Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Sebab, masyarakat sekitar yang akan merasakan dampaknya," ungkapnya. Ia khawatir limbah tersebut membahayakan kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.Apalagi limbah hasil pengolahan tambang batu bara itu menggandung zat-zat kimia berbahaya . Kami tidak ingin kasus limbah tambang Batu bara ini terjadi di kelurahan Jawa, untuk itu pemerintah harus segera bertindak cepat. Secara terpisah, Lurah Jawa Sukardji mengaku telah mendapat informasi masalah tersebut. Kini, pihaknya tengah membuktikan kebenaran dugaan pembuangan limbah secara sembarangan oleh perusahaan tambang tersebut. "Jika memang terbukti benar, saya minta Pemkab Kutai Kartanegara melalui Kantor Lingkungan Hidup segera mengkaji dan menganalisis dampak lingkungan akibat aktivitas perusahaan itu. Sebab, dampaknya sangat besar bagi masyarakat sekitar," kata Sukardji Menurutnya, kecenderungan perusahaan tidak memperhatikan Amdal dan membuang limbah secara sembarangan. Ini merupakan sikap ketidak pedulian perusahaan itu terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. "Tentunya, mereka tidak selamanya mengeksplorasi tambang batu bara di kelurahan Jawa . Sementara itu, masyarakat selamanya tinggal di situ. Jika mereka terus melakukan pencemaran, masyarakat sekitar yang akan terkena dampaknya," kata dia. Saat dikonfirmasi perihal ini, kepala HRD PT ABN Niko mengakui telah terjadi luapan air pada sistim penampungan PT BKBL (Subkon ABN). "Sistim penampungan yang tersedia mengalami pendangkalan tidak dapat menampung air lagi lebih lebih Minggu terahir ini turun hujan , sehingga terjadi luapan," aku Niko.john
|