KBKS Latih Konselor Sebaya2010-10-09 04:28:06
SAMARINDA--Meningkatnya angka kenakalan remaja menjadi fenomena tersendiri dari dinamisnya pembangunan kota . Untuk itu perlu pembimbingan dari rekan sebaya supaya selalu mengingatkan dan menjadi sumber informasi yang tepat bagi remaja. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) Kota Samarinda dalam pelatihan Pendidik Sebaya bagi Pengelola Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja, di kantor Badan KBKS, baru-baru ini. Menurutnya berbagai penyimpangan yang dilakukan remaja saat ini merupakan bentuk ketidakpuasan remaja terhadap kondisi yang mereka hadapi, baik di rumah maupun lingkungan mereka sehingga cenderung melakukan tindakan yang bersifat destruktif sebagai sarana pelampiasan. “Pada dasarnya jiwa remaja butuh penyaluran sehingga mereka merasa perlu diperhatikan. Oleh karena itu salah satu program kerja Badan KBKS adalah melakukan sosialisasi, memberikan informasi dan mendidik para konselor sebaya dan pendidik sebaya yang berjumlah total 50 orang untuk dapat membantu teman mereka atau remaja di lingkungan mereka mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai hal terkait kesehatan reproduksi, pergaulan sehari–hari, dan bahaya narkoba,” urainya. Menurutnya keberadaan pendidik sebaya dan konselor sebaya diharapkan bisa menjadikan remaja tidak minder untuk meminta informasi terkait kesehatan reproduksi. Dikatakannya, saat ini Pusat Informasi Konseling (PIK) di Samarinda berjumlah 26 yang tersebar pada berbagai tingkatan pendidikan, kelompok organisasi remaja seperti IRMA/IRLA dan Karang Taruna sehingga diharapkan remaja mendapatkan gambaran dan pemecahan permasalahan yang dihadapinya. Menurutnya selama ini, banyak yang tidak mendapatkan informasi yang memadai sehingga banyak yang salah jalan. Ditambahkannya sangat perlu memahami soal kesehatan reproduksi karena di masa itu remaja mengalami perubahan-perubahan fisik dan psikis sesuai proses perubahan dari periode anak-anak menuju masa dewasa. Namun sayangnya, belum semua sekolah melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler kesehatan reproduksi. “Tidak hanya masalah kesehatan reproduksi yang difokuskan, tetapi juga mengenai penyalahgunaan obat terlarang, HIV/AIDS, dan segala hal yang berhubungan dengan remaja sehingga mereka tidak hanyut dalam pergaulan yang kurang baik di lingkungannya, dan semakin mantap dalam menata masa depan,” pungkasnya. hms4/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...