Bupati Lantik Kepala UPT Pendidikan dan Kepala UPT SKB se-Kutim2010-10-12 04:46:24
SANGATTA- Terdiri dari 4 UPT Pendidikan,10 Pengawas dan 30 Kepala Sekolah Dasar, Menengah Pertama,Menegah Atas di ambil sumpahnya oleh Bupati Kutai Timur Senin (11/10) kemarin di ruang Serba Guna Lingkungan Perkantoran Bukit Pelangi. Adapun Pejabat Struktural Eselon VI yang diambil sumpahnya adalah sebagai berikut: Nurjain Salim SPdi Kepala UPT Pendidikan Sangatta Utara, M. Abdullah SPdi Kepala UPT Pendidikan Sangatta Selatan, Syahrani SH Kepala UPT Pendidikan Teluk Pandan, Sabandi Sihaloho SPdi Kepala UPTD Sanggar Kegiatan belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur dan masih banyak tergolong dari Pengawas dan para Kepala Sekolah lainya. Sementar itu dalam laporanya kepala Dinas pendidikan Kabupaten Kutai Timur Drs. H. Iman Hidayat menyampaikan, pelantikan Kepala UPTD Teluk Pandan, Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan SKB adalah merupakan rangkaian dari Pelantikan UPTD yang seluruhnya berjumlah Sembilan Belas UPTD. “Yang barusan dilantik adalah UPTD yang ke Delapan,kesepuluh dan kesebelas dengan demikian masih ada delapan UPTD yang nantinya akan dilantik di lokasi masing-masing. Sampai dengan saat ini UPTD yang dilantik adalah meliputi dari UPTD Pendidikan Kecamatan Busang, Long Mesangat,Muara Ancalong, Muara Bengkal, Rantaupulung, Muara wahau dan Kombeng. Sedangkan UPTD Batu Ampar, Telen, Bengalon, Kaliorang,Koubun, Sangkulirang, Sandaran akan dilakukan pelantikan dalam waktu dekat ini.” paparnya. Guna untuk menunjang kelancaran pembinaan dan operasional dalam pelaksanaan tugas Pendidikan di lokasi maka sambil menunggu selesainya seluruh pelantikan UPTD telah dilakukan hal-hal sebagai berikut: yang pertama bahwa seluruh kepala UPT yang telah menerima surat keputusan seluruhnya telah melaksanakan tugas di lokasinya masing-masing. Kemudian dalam rangka untuk kecepatan pembayaran keamanan pengelolaan keuangan seluruh UPTD juga telah membuka rekening tersendiri pada Bank terdekat sesuai dengan keberadaan Bank yang ada di Kecamatan masing-masing. “Juga dalam waktu dekat ini untuk seluruh UPTD akan memperoleh jaringan Internet tanpa kabel dengan lima chanel untuk menunjang pelaporan yang terhubung langsung ke Dinas Pendidikan melalui jaringan Pendidikan Nasional Online,”tandasnya. Sementara itu dalam sambutanya Bupati Kutai Timur H. Isran Noor Msi mengatakan, ucapan selamat kepada para Pengawas, Kepala Sekolah dan kepala UPTD yang barusan dilantik,mudah-mudahan dengan dilantiknya para pejabat yang berperan di bidang Pendidikan ini, akan menjadikan Pendidikan Di Kutai Timur ini menjadi suatu kondisi yang benar-benar cemerlang. “Dan mudah-mudahan pula para Dunia Pendidikan atau masyarakat warga Pendidikan di Kutai timur semakin merasa bahwa Pendidikan memang sangat diperlukan di Kutai Timur ini. Saya mengucapakan mohon maaf karena tertundanya pelantikan ini yang seharusnya sudah dilantik bulan Mei lalu tapi karena kesibukan dan kebetulan juga bersamaan dengan bulan suci ramadhan sehingga pelantikan tidak bisa kita laksanakan secara keseluruhan, jadi ada tujuh Kecamatan lagi yang belum dilantik.” ungkapnya. Dirinya berharap kepada semua yang terkait dengan Dunia Pendidikan, atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah memohon maaf kepada para Guru karena Pemerintah Daerah belum dapat memenuhi harapan dan keinginan saudara-saudara sekalian. “Jadi kami mohon Pemerintah Daerah bersama dengan para Anggota DPRD yang terhormat, kalau selama ini 20% APBD kita sejak Tahun 2006 mulai kita laksanakan, dan masih saja memiliki kekurangan untuk lebih bagaimana memberi kelancaran dibidang Pendidikan tersebut. Ini sangat dirasakan di mana-mana masih saja ada keluhan dari masyarakat dan masih ada warga kita yang memerlukan pelayanan dengan baik. Tetapi kenapa kita masih saja kekurangan, kenapa, karena sebagaian besar dana 20% itu digunakan untuk membangun sarana dan prasarana fisik Sekolah, sehingga untuk kepentingan pengembangan ke Pelajaran itu masih kurang. Tapi saya yakin di Tahun 2011 nanti Anggaran yang tersedia di alokasi dalam alokasi Anggaran 20% itu sudah tidak terlalu banyak lagi kita gunakan untuk sarana fisik seperti ruang kelas baru,Sekolah baru dan rehabilitasi ruang sekolah,”tutur Isran. nda
|