Amins Double WinnerRaih Doktor di Unair, Peroleh Anugerah Aksara di Balikpapan
2010-10-12 04:51:21
SAMARINDA-Walikota Samarinda Dr H Achmad Amins MM meraih double winner dalam rentang waktu 4 hari terakhir. Setelah hari Kamis (8/10) dinyatakan lulus ujian doktor terbuka di Unair, Surabaya, dengan predikat sangat memuaskan, Minggu (10/10) kemarin Amins mendapat Anugerah Aksara kategori Pratama dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) HM Nuh. Penyerahan dilakukan di Dome, Balikpapan, dalam rangkaian puncak acara peringatan Hari Aksara Internasional ke-45. Amins dianugerahi penghargaan itu karena dinilai memiliki perhatian yang besar dalam pemberantasan buta aksara. Baik dalam tataran mendukung percepatan terlaksananya program, maupun dukungan terhadap pengalokasian anggarannya. ‘’Alhamdulillah, upaya kita diapresiasi pemerintah pusat, walaupun sebenarnya kita berbuat itu bukan untuk mencari penghargaan,’’ kata Amins seusai menerima anugerah itu, kemarin malam. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Harimurti WS, Amins menjelaskan bahwa percepatan penuntasan buta aksara memang merupakan salah satu prioritasnya selama dua dekade menjabat Walikota Samarinda. Bentuk riilnya mulai dari mengalokasikan anggaran melalui APBD yang pada tahun 2010 mencapai Rp 300 juta, memberi perhatian terhadap gender dalam hal penuntasan buta aksara sampai memberi kemampuan life skills. ‘’Kita ingin memberantas buta aksara yang diderita orang dewasa sekaligus mencegah munculnya generasi buta aksara baru. Makanya kita sinergikan pemberantasan itu dengan kebijakan pro pendidikan, misalnya dengan membebaskan Dana Partisipasi, membebaskan uang pendaftaran sekolah, dan kebijakan lain yang mengarah kepada terciptanya pendidikan murah dan berkualitas,’’ beber Amins, diiyakan Harimurti. Mendiknas saat menyampaikan sambutan tanpa teks menyebut para penerima Anugerah Aksara sebagai teladan. ‘’Atas nama pemerintah saya berterima kasih kepada gubernur, walikota dan bupati penerima anugerah Aksara. Saudara saya nilai telah memberi kontribusi luar biasa bagi pemberantasan buta aksara demi terciptanya keadaban dan karakter bangsa. Saudara telah memberikan kontribusi riil, untuk itu pertahankan dan tingkatkan terus,’’ ujar Mendiknas. Ke depan, kata Mendiknas, lakukan inovasi dan terobosan. Di antaranya dengan pola ‘’by name by place’’, di mana pemprov, pemkab/pemkot harus punya data riil tentang orang yang buta aksara, lengkap dengan nama dan tempat tinggalnya. Dengan cara yang bersifat personal itu, menurut Mendiknas, insya Allah buta aksara akan lebih cepat diberantas. hms/adv
|