Berau Harus Punya Pos Chek PoinAwasi Lalu Lintas Hewan Ternak
2010-10-12 04:54:53
TANJUNG REDEB, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Berau, Ghazali, menyebutkan, Berau harus punya pos penjagaan chek poin bagi lalu lintas hewan ternak. Disebutkan akan diupayakan tahun depan sudah ada ditempatkan di perbatasan Berau-Bulungan dan Berau Kutim. Merebaknya kasus flu burung saat ini disikapi dengan serius. Namun sampai saat ini belum ada ditemukan flu yang berasal dari unggas, setidaknya dari hasil terakhir pengecekan juga pengambilan sample darah unggas disejumlah peternakan. Kepada wartawan Ghazali menegaskan, kabar flu burung yang ditemukan di Balikpapan dan Samarinda sejauh ini belum menyentuh Bumi Batiwakal.“Berau masih aman, kita selalu memantau dengan terus melakukan pengecekan, pengambilan sample darah dan ini rutin kita lakukan. Apalagi kita juga menerapkan perarutan tentang lalu lintas perdagangan unggas khususnya ayam yang masuk ke Berau,,” ungkapnya. Dikatakan, tahun depan akan diupayakan untuk membangun fasilitas chek poin di perbatasan-perbatasan guna mengawasi lalu lintas unggas ini. “Dulu sudah pernah ada tapi anggarannya tidak sesuai, makanya tidak jalan,” katanya lagi. Sementara Kabid Kesehatan Hewan, Ir Heru Wibowo kepada media ini menjelaskan, langkah antisipasi sudah dilakukan. Selain sosialisasi 11 langkah standar pencegahan flu burung kepada semua peternnak yang ada di Berau, juga membantu pencegahan seperti bantuan penyemprotan di sinfektan meski tidak secara rutin. Singkatnya, Berau dipastikan masih aman. Penunjang stabilitas keamanan flu burung di Berau. Dijelaskan Marsin S,Pt, Kasi pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan, dengan pemberlakukan peraturan dari Surat Keputusan Bupati yang melarang pasokan daging ayam dari luar. “Kita berdayakan pengusaha, peternakan yang ada saja, baik koperasi, mitra dan mandiri,jadi tidak ada daging ayam dari luar, kita tahu Balikpapan dan Samarinda sudah ditemukan, artinya kita harus lebih waspada lagi,”ungkapnya. Dirinya meminta peternak dan masyarakat lain ikut menjaga kemungkinan masuknya flu burung dengan pencegahan lebih lanjut, tidak membawa unggas dari luar daerah terlebih tanpa disertai sertifikat, juga menjaga kebersihan kandang dan segala yang dibutuhkan untuk kesehatan ternak bagi pengusaha peternakan. as
|