Pelantikan Rektor Unmul Diwarnai Aksi Demo2010-10-12 05:14:09
SAMARINDA-Pelantikan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Drs Zamruddin Hasit oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof DR Muhamad Nuh, Senin (11/10) di Gedung 17 September diwarnai aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Unmul. Mahasiswa menuntut reformasi birokrasi pendidikan. Menurut Presiden BEM Unmul Ismoyo, masih banyak persoalan di Unmul yang harus segera diselesaikan. "Rektor yang baru harus mampu menyelesaikan persoalan selama ini," kata Ismoyo. Dia menegaskan, semua pihak tak bisa menutup mata terhadap masalah seperti soal Dana Pengembangan Fakultas (DPF). Selama ini, tak ada transparansi soal dana tersebut. Dan, mahasiswa juga tak pernah dilibatkan dalam mengambil sebuah kebijakan. Menurut dia, mahasiswa menilai selama ini kinerja dosen masih jauh dari harapan. Banyak dosen merangkap sebagai kontraktor. "Kami meminta agar rektor baru segera menyelesaikan masalah DBF yang telah tersangkut masalah hukum. Lalu, segera memberikan seluruh transparansi keuangan di Unmul sesuai dengan UU No 41 tahun 2008 tentang keterbukaan dan informasi publik. Melibatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan kampus. Segera lakukan reformasi birokrasi di kampus unmul untuk meningkatkan kinerja birokrasi," ungkap dia. Sementara, dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh berharap Unmul mampu mewujudkan pendidikan untuk semua (education for all). Karena prinsip pendidikan yakni prinsip inclusivitas atau tidak boleh pelayanan pendidikan dikhususkan pada pertimbangan latar belakang ekonomi. “Karena pendidikan untuk semua, maka prinsip yang dilakukan dalam dunia pendidikan adalah prinsip yang tidak memandang latar belakang ekonomi (prinsip inclusive). Namun fakta sosialnya, terutama di perguruan tinggi banyak mahasiswa yang kuliah tidak memiliki kemampuan ekonomi,” kata Muhammad Nuh saat konferensi pers usai pelantikan Rektor Unmul di Ruang VIP GOR 27 September Unmul, Senin (11/10). Saat ini, kata dia, mahasiswa yang kuliah mayoritas memiliki ekonomi menengah keatas. Namun tidak dapat dipungkiri, sesuai data pada 2008, anak-anak miskin yang mampu kuliah mencapai 4 persen dan meningkat pada 2009 menjadi 6 persen. “Pemerintah telah bertekad dengan kebijakan dalam peraturan pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 yang mengatur tentang perekrutan mahasiswa baru. Perekrutan tersebut minimal 20 persen merupakan mahasiswa tidak mampu dan diberikan bantuan biaya pendidikan, bukan beasiswa,” jelas Nuh. Menurut dia, beasiswa tidak boleh diberikan dengan latar belakang ekonomi, tapi merupakan penghargaan karena prestasi pendidikan. Sehingga siapapun yang berprestasi baik kaya maupun miskin, maka wajib mendapatkan beasiswa. Sementara Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan Pemprov Kaltim sangat berharap agar Unmul dapat menjadi penyelenggara pendidikan yang unggul didaerah. Dengan program pendidikan dan kualitas yang dimilikinya akan mampu menciptakan sarjana yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan Kaltim. “Unmul haus mampu mewujudkan tridharma perguruan tinggi. Sehingga para lulusan universitas ini mampu menjawab tantangan pembangunan. Karena Unmul sebagai lembaga pendidikan, berfungsi sebagai lembaga penelitian dan lembaga pengabdian,” kata H Farid Wadjdy. Sehingga tiga hal yang harus dapat diwujudkan rektor Unmul yang baru ini. Seimbang sebagai lembaga pendidikan, penelitian dan pengabdian. Terlebih penting, bagaimana caranya rektor yang baru ini mampu menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan para mahasiswa jajaran civitas universitas. “Terlebih penting dari semua itu, rektor harus mampu membangunan suasana yang harmonis dengan nuansa kasih sayang. Karena dengan pola pendekatan dan dibangun dengan hubungan komunikasi yang baik ini tentu akan menciptakan kondisi perkuliahan yang kondusif dan berkualitas,” ujar Farid. mar/M4n
|