Bupati Tegaskan Pengosongan Eks Pasar Gayam

2010-10-14  04:49:51

TANJUNG REDEB, Kantor Bupati didatangi puluhan pedagang eks Pasar Gayam terkait penertiban yang dilakukan Satpol PP selama 2 hari. Pol PP menertibkan sejumlah barang dagangan di eks Pasar Gayam menyusul mulai timbulnya pedagang-pedagang bandel. Masalah berkembang akibat adanya laporan kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum Pol PP dalam penertiban, Rabu (13/10).
Menyikapi hal itu, Bupati langsung turun tangan menemui pedagang yang menunggu di parkiran kantor Bupati. Pokok permasalahan lebih dulu disampaikan Bupati Makmur HAPK, ketika bertatap muka. ”Bapak dan Ibu pedagang yang ditertibkan, kan sudah berulang-ulang disampaikan sejak lama tidak diperbolehkan lagi berjualan di situ, tapi kenapa tidak diperhatikan. Satpol PP juga sudah berapa kali melakukan penertiban, masih saja ada yang tidak mengindahkan. Jika pedagang pasar induk protes lalu keluar dari sana, kami pasti tambah repot lagi,” tegas Bupati.
Bupati dengan keras menyampaikan komitmen Pemkab untuk memaksimalkan fungsi pasar induk Sanggam Adji Dilayas serta menutup total  eks Gayam dari kegiatan jual beli seperti sebelum pemindahan. Seperti diberitakan sebelumnya, Pol PP mengamankan sejumlah barang dagangan yang digelar di lapak-lapak eks Gayam. Sayangnya dalam penertiban sempat terjadi keributan antara personil dengan sejumlah pedagang.
”Saya rela berhenti jadi Bupati kalau untuk permasalahan seperti ini, telinga saya sampai berdiri dikatakan tidak becus memimpin. Ini protes yang disampaikan oleh pedagang di pasar induk karena ada aktifitas di bekas pasar lama, bapak ibu ini tidak tahu yang seperti ini. Coba bayangkan kalau yang di pasar induk keluar lagi bagaimana lagi menanganinya, tapi kalau ada kesalahan dari Satpol PP kami mohon maaf dan akan kami tindak sendiri sesuai prosedur,” tegas Bupati lagi.
Bupati meminta pedagang yang hadir untuk berjualan di pasar induk. Memanfaatkan peluang itu, sejumlah pedagang langsung mengajukan keinginannya untuk mendapatkan tempat di pasar induk juga menyampaikan uneg-uneg lainnya. Bupati berjanji jika ada tempat kosong akan diberikan kepada pedagang yang belum dapat, dengan catatan murni terdaftar sebagai pedagang di pasar Gayam dulu.
Usai pertemuan itu, Wakil Bupati Berau Ahmaad Rifai meminta untuk melihat rekaman kameramen Berau TV yang meliput suasana penertiban. Dalam rekaman, pada awalnya penertiban oleh Pol PP berjalan lancar sampai seorang ibu pemilik barang memukul seorang anggota Pamong Praja.
Entah dipicu kesal atau persoalan lain, sejumlah pedagang lain ikut kisruh. Sementara laporan  Pol PP menendang seorang pedagang tidak terlihat. ”Mungkin hanya reflek ketika dipukul saja,” ungkap salah seorang anggota Pol PP yang kebetulan ikut melihat rekaman. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...