APKL Yakin Bupati Memiliki Jiwa Sosial Tinggi

Pembangunan Pasar di Terminal Jonggon Perlu Dipertimbangkan

2010-10-14  05:05:25

TENGGARONG- Kondisi pasar Tangga Arung pasca terjadinya musibah kebakaran yang terjadi tepat pada perayaan Hari Raya Idul Fitri lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali. Setidaknya ada sekitar 95 pedagang pasar Tangga Arung yang kiosnya terbakar saat musibah kebakaraan itu terjadi.
“Sudah lebih satu bulan ini tidak ada kejelasan dari pemerintah, untuk memberikan ijin kepada para pedagang untuk membangun kembali kios mereka yang terbakar. Malahan, ada rencana mereka akan dipindahkan jualan mereka di Terminal Jonggon, padahal tahu sendiri kondisi Terminal Jonggon seperti itu, bahkan untuk parkir mobil saja terkadang tidak muat,” ungkap Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI)Tenggarong Iwan Patra kepada Poskota Kaltim kemarin.
Iwan Patra menyatakan, selayaknya Pemerintah Kukar bisa mempertimbangkan keputusan untuk  mendirikan petak di Terminal Jonggan untuk aktivitas jualan pedagang. Sebab lokasi eks kebakaran tersebut sangatlah layak untuk dibangun kembali, apalagi pedagang sendiri siap membangun dengan biaya mereka sendiri.”Kalau hanya alasan merusak pemandangan dan itu dianggap jalur hijau, sepertinya pemerintah terlalu kejam. Sebab sejarah berdirinya kios-kios yang berada di jalur dekat Jalan Danau Aji Tenggarong itu juga kebijakan pemerintah yang ketika itu masa pemerintahan pak Syaukani. Pak Syaukani memahami betul apa yang dibutuhkan masyarakat utama pedagang di pasar sehingga secara bijak beliau merestui adanya kios-kios itu berdiri. Tapi sekarang kok malah kebalikan pemerintah malah mempersulit proses ijin membangun kembali petak pasar yang terbakar,” kata Iwan Patra.
Iwan Patra menegaskan, bahwa salah satu musibah kebakaran yang terjadi di Kukar yang tak diberikan santunan atau bantuan dari pemerintah Kukar adalah musibah kebakaran di Pasar Tangga Arung.”Padahal kenyataannya mereka itu juga bagian dari warga Kukar, tapi bentuk perhatian pemerintah sama sekali tak ada, lebih parah lagi malah pemerintah tak memberikan ijin untuk membangun kembali kios, padahal pedagang siap untuk membangun dengan biaya sendiri.” ungkap Iwan Patra.
Iwan Patra mengatakan, bahwa para pedagang berharap sekali mereka diberikan ijin untuk membangun kios mereka untuk aktivitas berjualan. Kalau ada program atau rencana pemerintah melakukan penataan terhadap pasar, para pedagang juga mengaku siap untuk mendukungnya, bahkan kios mereka juga siap untuk dibongkar.”Sebab para pedagang yang berjualan tersebut hanya sebagai pemakai bukan pemilik. Saya lihat, ada pembenahan pasar yang lokasinya agak ditengah, sementara pedagang yang petaknya terbakar malah tak diberikan ijin untuk membangun,” tutur Iwan Patra.
Iwan Patra yang mewakili para pedagang pasar, khususnya para pedagang korban kebakaran sangat berharap, agar pemerintah memiliki hati nurani dengan memberikan persetujuan membangun kembali kios mereka agar mereka (pedagang-red) bisa kembali berjualan untuk menopang ekonomi keluarga.
“Saya yakin Ibu Rita memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap masyarakat. Musibah kebakaran, bukan lah hal yang kita inginkan terjadi. Namun jika terjadi tentunya harus dicarikan solusi terbaik buat masyarakat agar mereka kembali beraktivitas jualan.” tandas Iwan Patra.awi

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...