Bentuk Karekter Anak Bangsa Melalui Kemah Budaya 2010-10-18 05:34:47
TENGGARONG - Kemah budaya yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kutai Kaertanegara kerjasama dengan Balai Pelestarian sejarah dan nilai tradisional Pontianak Jumat (15/10) siang lalu resmi dibuka oleh Sekkab Kukar HAPM Hariyanto Bachroel mewakili Bupati Rita Widyasari S Sos MM di Dusun Bensamar Kelurahan Loa Ipuh DaratKecamatan Tenggarong. Dalam kegiatan kemah budaya yang bertemakan "Pemahaman budaya lokal dalam membentuk karekter bangsa bagi neherasi muda". Dihadiri oleh Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (Pontianak) Kalbar Drs Salmun Batu Allo, Derektur Tradisi Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Dra Popy Safitri, Camat Tenggarong, perwakilan enam (6) perusahaan yang juga pendukung kegiatan. Sekkab Kukar Haryanto Bachroel mewakili Bupati Rita Widyasari menyambut baik atas terselenggaranya kemah budaya bagi pelajar tingkat sekolah menengah atas. Dimana dijelaskannya saat ini teknologi modern seringkali dipandang sebagai indikator kemajuan bangsa, namun kita tidak dapat memungkiri bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi budayanya.Negara yang maju teknologinya, dan maju budayanya jelas memiliki tempat yang yang istimewa dikancah dunia internasional. Sedangkan kebudayaan daerah merupakan akar dari kebudayaan nasional. Karena itu upaya-upaya untuk memajukan dan menghidupkan kembali kebudayaan daerah dalam berbagai aspek kehidupan menjadi tantangan kita semua. "Budaya membentuk cara bagaimana orang melihat dunia. Ia berpengaruh atas bagaimana kita berpikir, bertindak yang dijunjung tinggi, berbicara, organisasi yang dibentuk, ritual yang diselenggarakan, hukum yang dibuat dan sebagainya. Maka ditengah derasnya arus informasi dan budaya asing di era globalisasi ini, maka sudah selayaknya para generasi muda didaerah ini terus diberikan ruang pengenalan akan pentingnya budaya lokal yang menjadi keunggulan dan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan," katanya. Disamping itu juga lanjutnya, bahwa pembentukan karekter anak bangsa yang hakiki tetap beroreantasi pada kearifan budaya lokal yang selalu mengedepankan jiwa kegotongroyongan , saling kasih dan serta tolong menolong dalam berbagai masalah dan fenmena hidup.Dan itu tewarisi sejak zaman kerajaan Kutai Mulawarman atau Kutai Martadipura dan Kerajaan Kutai Kartanegara. "Melalui kemah budaya bagi sekolah tingkat atas menengah ini saya berpesan agar para peserta kemah budaya dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk menggali dan menguasai sisi kebudayaan daerah yang kita cintai. Gunakan kemah budaya ini sebagai labolaterium untuk menambah wawasan agar mampu mengenali dan menguasai sendi-sendi kebudayaan daerah," pesan Bupati Rita Widyasari melalui sekda Haryanto Bachroel. Ditambahkan Ketua Panitia Drs Pahrodin bahwa kegiatan kemah budaya diikuti oleh 75 orang siswa-siswi SLT se-kecamatan Tenggarong. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai 15-17 oktober 2010 dengan pendanaan dibebankan pada DIPA Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak 2010. "Dengan tujuan diantaranya agar nilai-nilai budaya positif yang ada dalam masyarakat langsung dihayati dan dipahami para siswa/siswi sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya. Dalam kegiatan tersebut sebagai nara sumber H Hedi Suhartono Dosen Unikarta dengan makalah berjudul pemahaman tentang budaya lokal dan pembentukan karekter bangsa bagi generasi muda. Kemudian pemateri kedua Rusdiansyah dari Disparbud Kukar dengan makalah kebudayaan lokal daerah Kutai Kartanegara.hmp15
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...