Sekolah Jangan Jual Mahal2010-10-19 02:59:24
TANJUNG REDEB - Anggota DPRD Berau berharap tahun ajaran baru ke depan tak ada lagi sekolah yang jual mahal ketika menerima siswa baru, begitu juga soal penerimaan siswa yang mutasi. Jika hal ini terjadi, anggota Dewan khawatir dapat menyurutkan minat sekolah anak. Anggota DPRD Berau, Kurniadi SH kepada harian ini mengungkapkan, saat ini bukan zamannya lagi sekolah menolak siswa baru, baik itu ajaran baru maupun mutasi dari mana saja. “Sepanjang memenuhi persyaratan kenapa nggak diterima sih? Nah, terkecuali siswa itu tidak memenuhi syarat boleh lah sekolah pikir – pikir menerimanya,” katanya. Menurut dia, komitmen Pemkab Berau memprioritaskan dan meningkatkan kualitas dunia pendidikan harus bisa diimplementasikan oleh pihak sekolah, agar dunia pendidikan di Berau ini bisa lebih maju dari sebelumnya. Kurniadi menyatakan tidak setuju jika ada sekolah yang tidak mau menerima siswa baru, jika hanya beralasan bangku kelas penuh. Sementara minat sekolah siswa yang bersangkutan cukup tinggi, ini menurutnya kurang etis, melanggar UU Tahun 1945, tidak mencerdaskan anak bangsa dan mengangkangi hak asasi manusia. “Kalau sekedar bangku kelas penuh, mestinya kan gurunya harus mencari akal, bagaimana supaya siswa itu bisa tertampung dan bisa sekolah, dicaraikan solusi,” tegasnya. Demikian juga kepada wali murid, diingatkan agar tahu diri ketika mendaftarkan ke sekolah tertentu, yang notabennya nilai yang dibutuhkan sesuai standarisasi sekolah. “Kan nggak mungkin kalau nilainya rendah masuk sekolah unggulan. Ya orang tua juga harus mengerti,” imbaunya. Soal berkualitas atau tidaknya siswa itu bukan lantaran kepenuhan, tetapi bagaimana pola guru mendidik dan bagaimana keseriusan siswa menerima pelajaran yang diajarkan oleh guru didiknya, termasuk pengawasan orang tua ketika siswa berada di sekolah. Menyinggung soal pemberhentian beberapa siswa yang dilakukan oleh salah satu sekolah swasta, ia menyarankan pihak sekolah tak boleh semena – mena mengeluarkan siswa dari sekolah, sepanjang kesalahan siswa itu masih bisa ditolelir. “Siswa perlu dibina, bukan dibinasakan. Jangan mentang – mentang punya kewenangan lalu bertindak seenaknya,” katanya. Oleh sebab itu ia menyarankan kepada semua sekolah agar lebih berhati – hati dalam bersikap dalam mengambil keputusan, mengingat pendidikan adalah modal utama mencerdaskan anak bangsa, untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Harapnya. roz
|