SPBU Bujangga Batasi Pembelian BBM2010-10-19 02:59:54
UNTUK mengantisipasi antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, SPBU di Jalan Bujangga Tanjung Redeb membatasi pembelian bagi semua konsumen. Untuk kendaraan roda dua hanya dibatasi empat liter, sedangkan roda empat hanya sekitar empat puluh liter. Ini mungkin cara antisipasi pihak pengelola SPBU Bujangga menghindari antrian panjang, khususnya roda dua dan empat yang biasa antri berulang –ulang (penyedot. Red), untuk dijual kembali melayani konsumen yang tak banyak waktu untuk mengantri. Salah seorang karyawan SPBU Bujanggga ketika ditanya kenapa sepeda motor hanya dijatah empat liter? “Ya kita ikuti saja perintah bos, dan kalau sudah dapat jatah empat liter tidak boleh kembali ngantri. Biar semua kebagian gitu bilangnya bos,” kata salah seorang karyawan yang tak mau menyebutkan namanya. Sebagian konsumen berpendapat, pembagian ini ada baiknya, agar penyedot tidak banyak kesempatan mengantri berulang – ulang, hingga membuat antrian panjang dan tidak mengakibatkan kelangkaan BBM. “Ya saya setuju dengan sistem pembagian jatah seperti ini, biar pengecer yang biasa mengentri berulang – ulang lalu ditampung kemudian dijual lagi tidak lagi mengantri di sini, dan masyarakat lainnya juga bisa kebagian,” cetus Agus warga Tanjung Redeb kepada Poskota, Senin (18/10) saat mengisi bensin motornya di SPBU Bujangga. Namun sistem itu juga ada menjadi keluhan tersendiri warga yang hendak bepergian jauh menggunakan motor. Pasalnya, jatah empat liter tersebut dinilai tidak sesuai kebutuhan, mengingat jalan yang ditempuh ratusan kilo. Sementara membeli di eceran harganya terlampau jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan oleh Pemkab Berau. “Kalau hanya putar – putar kota Tanjung Redeb sih nggak apa – apa. Lah kalau perjalanan jauh, belum tentu ada orang jual bensin eceran di tengah hutan, kalu pun ada mahal betul,“ gerutu Udin warga Talisayan. Namun bagaimana pun juga kebanyakan masyarakat menilai cara ini lebih ampuh, ketimbang membiarkan kendaraan yang biasa menyedot mengantri berulang – ulang, hingga tak ada kesempatan pengendara lain yang benar – benar untuk kebutuhan pribadi, tidak untuk dijual kembali. roz
|