Banjir di Antasari Membuat Kemacetan 2010-10-19 05:29:06
SAMARINDA, Akibat banjir yang menggenangi kawasan Air Putih Jl. Antasari Samarinda, Senin (18/10), sejak pago hingga sore kemaren mengakibatkan di sepanjang jalan tersebut macet total. Kemacetan cukup parah terlihat di persimpangan Jl. Antasari menuju Jl. Suryanata dan Jl. Juanda. Khusus di Jl. Antasari kemacetan berlangsung selama berjam-jam, mulai dari persimpangan Jl. Antasari dan Jl. Cendana hingga menuju persimpangan JL. Suryanata dan Jl. Juanda. Diperkirakan panjangnya kemacetan sekitar 1,5 kilometer. Kemacetan membuat sebagian pengendara roda dua yang tengah melewati Jalan tersebut memilih jalur alternatif lain dengan memutar balik kendaraannya melewati Jl. Sirad Salman. Menurut Hasan pengendara Roda dua mengatakan, dari pada macet berjam-jam mending saya putar balik dan mengambil jalan alternatif agar bisa sampai di rumah. Setiap banjir di Jl. Anatasari selalu sering terjadi kemacetan yang panjang. "Diharapkan kepada pemerintah kota agar bisa menyelesaikan permasalahan kemacetan dan banjir ," kata Hasan, Kepada Poskota. Sedangkan bagi pengendara roda empat terpaksa pasrah menghadapi kemacetan dengan tetap melewati Jl. Antasari tersebut yang digenangi banjir hinga sore kemaren. Hujan yang terjadi sejak pagi hingga siang kemaren mengakibatkan ruas jalan yang berada di Jl. Antasari tersebut harus mengalami banjir sekitar 48 cm atau melebihi lutut orang dewasa. Menurut Agus Suparman Warga Jl. Antasari mengatakan, Hujan yang terjadi sejak pagi tadi mengakibatkan ruas Jl. Antasari mengalami kebanjiran. Air yang cukup keruh dan berlumpur ini sampai masuk kerumah. "Saya sudah tidak kaget lagi kalau setiap hujan turun pasti daerah kami mengalami langganan banjir dan selalu meningalkan lumpur yang tidak sedikit di halaman hingga di dalam rumah saya," kata Agus Suparman. Ditambahkan Agus Suparman, bahwa kerap datangnya musibah banjir akibat sejumlah faktor, antara lain akibat pertambangan yang tidak terkendali dan tidak memperhitungkan lingkungan, sehingga air hujan dari kawasan pegunungan langsung turun ke perkotaan dan pemukiman penduduk. Faktor lain, ujar dia, yakni pendangkalan Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam serta pemeliharaan sistem drainase yang kurang baik, sehingga saat hujan air tertampung tidak cepat tersalur ke sungai.aon
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...