38 Petugas Puskesmas Ikuti Evaluasi Program TBIdrus: Jangan Bermuka Masam Hadapi Pasien TB
2010-10-20 05:20:28
SANGATTA-Mewakili Bupati Kutim Ir. H. Isran Noor Msi,Asisten Tata Praja Drs. H. Idrus Yuns Msi mengingatkan mengingatkan kepada tim medis yang bertugas di rumah sakit maupun di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kiranya bisa bersikap wajar dan manusiawi jika bertemu terhadap pasien yang menderita Tuberculosis (TB)” Buat pasien menjadi haapy (bahagia), janganlah bermuka masam dalam menghadapi pasien tersebut,tegas Idrus Yunus ketika membuka acara pertemuan evaluasi program Tuberculosis(TB) bagi petugas Puskesmas yang dilangsungkan selama 3 hari, 19 Oktober hingga 21 Oktober bertempat di Aula Kantor Dinas Kesehatan Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Selasa (19/10). ”Saya berharap,layanan kesehatan oleh tim medis kepada warga yang membutuhkan, kiranya bisa dilakukan dengan penuh keikhlasan. Melayani pasien harus dilakukan dengan hati yang bersih, dan mengharap keridhaan dari Allah SWT”,tegas Idrus Yunus. Petugas Kesehatan harus bisa membuat pasien yang ditanganinya tetap memiliki semangat hidup yang kokoh. Dengan demikian mudah-mudahan apa yang dilakukan terhadap pasien bernilai ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.”Para petugas medis,mesti pandai-pandai dalam menghadapi pasien,Utamanya bagi penderita penyakit TB. Penderita penyakit TB janganlah serta merta divonis atas derita yang dirasakan,Tim medis harus teapmemotivasi terhadap pasien supaya pasien bisa tabah dalam menjalani hidup dengan terus melakukan berobat agar hidupnya bisa bertahan lebih lama lagi dan agar sipenderita tidak merasa memikul beban yang mengancam keselamatan jiwa mereka,” tutur Idrus. Penyakit TB di Indonesia ini termasuk urutan yang ketiga dalam menelan korban jiwa. Penanganan penderita TB dikatakan berhasil apabila tingkat kesembuhanya mencapai lebih dari 70 persen, dan dikatakan penanggulanganya berhasil apabla tingkat kesembuhanya mencapai 85 persen. ”Untuk mencapai target tersebut, saya harap semua pihak terkait harus terus melakukan koordinasi. Karena yang menjadi korban TB itu rata-rata adalah usia produktif, yakni umur 15-50 tahun,”tandasnya. Sedangkan Ketua Panitia Jumran menyebutkan, peserta pertemuan evaluasi penyakit TB terdiri dari 38 orang petugas Pusesmas. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi TB yang mengancam kesehatan warga masyarakat Kabupaten Kutai Timur.”Penanggulangan penyakit TB di Kutai Timur ini sudah berlangsung sejak tahun 2001 lalu hingga sekarang ini,namun hasilnya belum sesuai harapan,” tegas Jumran. Temuan pengidap penyakit TB bagi warga masyarakat Kabupaten Kutai Timur, hanya 60 persen, sedangkan tingkat kesembuhan baru mencapai 70 persen,berarti target belum tercapai. ”Oleh karena itu melalui pertemuan ini, diharapkan petugas Puskesmas bisa lebih mampu menngkatkan kinerja dalam menanggulangi penyebaran kuman TB yang ada di Kutai Timur ini. Perlu saya beritahukan, bahwa pengobatan bagi pasien penyakit TB di Puskesmas tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Jumran. nda
|