PDAM Bertekad Melayani Dengan HatiBerharap Tidak Terjadi Gangguan Distribusi
2010-10-20 05:31:41
BALIKPAPAN, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan bertekad untuk bisa memberikan layanan air bersih kepada pelanggan dengan baik tanpa ada hambatan atau gangguan, namun kenyataan sering terjadi gangguan akibat berbagai faktor terutama faktor alam yang bisa menyebabkan terjadi pipa pecah atau pipa bocor. "Sejak awal PDAM sudah bertekad untuk melayani pelanggan dengan tulus tanpa ada gangguan, namun dalam perjalanan pelayanan ternyata kita berhadapan dengan kondisi alam yang tidak bisa ditentukan oleh manusia, seperti tanah longsor yang berakibat pada pipa pecah atau bocor. Kalau ini sudah terjadi maka dipastikan terjadi gangguan distribusi air bersih kepada pelanggan,’’ kata Kabag Humas PDAM, Gazali Rahman, ketika ditemui diruangkerjanya, Selasa (19/10). Menurut Gazali Rahman, tiga hari lalu PDAM mengalami gangguan ditribusi air bersih kepada pelanggan akibat tanah longsor dan adanya pengerjaan pembangunan jalan di Km. 3,5 Jln. Sukarno-Hatta depan Denzipur VII/Mulawarman. Di jaringan itu terjadi pergeseran pipa sehingga terjadi gangguan distribusi air kepada pelanggan. Kasus seperti ini menurut dia sering terjadi kendati pihaknya terus berupaya untuk bisa menyelesaikan gangguan itu secepatnya. "Keinginan kami dari PDAM, pelanggan terus terlayani, tapi kenyataan di lapangan tidak bisa seperti itu, ada saja gangguan yang terjadi sehingga distribusi terganggua. Namun ke depan kami akan melakukan pemasangan atau penyambungan pipa yang terlihat disisi jalan sehingga kalau ada perbaikan jalan atau bangunan maka pemindahan pipa bisa secepatnya,’’ terang Gazali Rahman. Ditanya kalau terjadi gangguan apakah PDAM mengalami kerugian atau tidak, Gazali langsung menyatakan pasti rugi, namun ini kemungkinan tidak diketahui oleh pelanggan dan masyarakat "Yang pasti kita juga rugi dalam jumlah besar," ungkapnya. Terjadinya gangguan seperti pipa pecah atau pipa bocor, PDAM bisa rugi mencapai Rp. 120 juta/hari, itu belum termasuk dengan biaya pengerjaan. "Kalau gangguan itu terjadi sampai beberapa kali, bisa dikalikan berapa besar kerugian kami," terang Gazali. Dia merinci distribusi air rata-rata 1.000 m3/jam, untuk 1 m3 harga air dijual Rp. 5.000, "Jadi untuk 1.000 m3 air dipastikan kita sudah rugi Rp. 5 juta/jam, kalau satu hari hitung saja kerugian PDAM," jelasnya. Seperti diketahui, pelayanan air bersih PDAM mengalami gangguan akibat kebocoran pipa, kali ini penyebabnya bukan semata faktor alam saja seperti adanya pergeseran tanah yang biasa terjadi saat cuaca hujan, melainkan diduga akibat aktivitas proyek jalan longsor Km 3,5 Jl Soekarno-Hatta atau tepatnya depan Zeni Tempur (Zipur) tiga hari lalu tepatnya mulai hari Minggu sampai Senin malam (18/10). Kebocorannya tergolong besar sehingga diperlukan penghentian pelayanan air bersih di jalur instalasi pengolahan air (IPA) Km 8. Airnya mesti dikuras dulu, barulah dilakukan penggantian pipa dan pengelasan dan target pengerjaan selama 1 x 24 jam selesai dan itu terjadi Senin malam menjelang subuh air sudah bisa dinikmati pelanggan sampai hari ini. Untuk diketahui, perbaikan jalan amblas depan Zipur sampai sekarang masih dikerjakan, Kepala UPTD Wilayah Selatan Dinas PU Kaltim, H Taufik Hidayat sebelumnya mengakui proyek perbaikan jalan amblas itu mengalami keterlambatan dan pihaknya sudah melayangkan peringatan kepada pihak pelaksana atau kontraktor. Jauh-jauh hari sebelum proyek perbaikan jalan dikerjakan, PDAM sudah menyampaikan akan adanya jalur pipa layanan IPA Km 8 yang melintas di kawasan tersebut, kekhawatiran akan terjadinya kebocoran pipa akibat aktivitas proyek menjadi kenyataan, pipa bocor akhirnya jalur pelayanan IPA Km 8 harus dihentikan sementara. Akibat terjadi ngangguan itu maka pelanggan yang berada di sekitar Jl Soekarno Hatta dari KM 8 s/d Muara Rapak, Kelurahan Batu Ampar, Kelurahan Gunung Samarinda, Kelurahan Muara Rapak, Kelurahan Margomulyo, Kelurahan Baru Ilir, Kelurahan Baru Tengah. Selain itu, gangguan terjadi di Kelurahan Baru Ulu, Kelurahan Kariangau, Jl. MT Haryono dari Simpang Tiga Jl. Soekarno Hatta s/d Simpang Empat Balikpapan Baru, Perumahan Balikpapan Baru dan Wika, Jl. Syarifudin Yoes, Perumahan Korpri, Kelurahan Sepinggan dan sebagian pelanggan yang berada di Kelurahan Gunung Bahagia. max
|