Tanaman Buah Langka DilestarikanSebagian Ditanam di Pinggir Jalan untuk Penghijauan
2010-10-20 06:20:09
KABUPATEN Kutai Kartanegara memiliki ratusan jenis buah-buahan yang saat ini boleh dikatakan langka.Buah-buahan yang sebagian besar dulunya merupakan buah yang pohonya tumbuh di hutan sekitar desa-desa dan hutan rimba secara liar itu, sebagian ada juga yang ditanam di kebun-kebun warga. Untuk jenis durian misalnya, ada buah lai (kini dilestarikan di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan), buah kertongan dan buah lahong. Ada juga jenis rambutan seperti buah meretam yang kulitnya berwarna cokelat kehitaman ketika sudah matang. Untuk jenis mangga ada buah wanyi, asam kopak, asam putar. Buah lainya seperti buah kapul, lubi,buah ihau, buah mata kucing dan masih banyak lagi jenis buah lainya. Dulu, buah-buahan musiman tersebut sangat dikenal masyarakat, juga memiliki nilai ekonomis. Namun sekarang, terutama anak-anak di wilayah Kutai khususnya Kutai Kartanegara tidak mengenal buah-buahan khas daerah tersebut. Pasalnya, jenis buah-buahan itu memang sudah jarang bahkan tidak pernah terlihat lagi. Salah satu faktor musnahnya buah-buahan hutan itu karena seringnya terjadi kebakaran hutan yang ikut membakar pohon buah yang ada, termasuk juga perambahan hutan oleh perusahaan. Sebagai instansi terkait, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar berinisiatif melestarikan buah-buahan yang sudah langka tersebut. Seperti disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Hardi Dwi Putera, pihaknya merasa perlu untuk melestarikan buah-buahan khas daerah yang sudah langka itu. "Anak-anak kita sekarang banyak yang tidak tahu daerah kita punya banyak jenis buah-buahan. Itu karena buah dimaksud kini sudah langka karena itu kita upayakan untuk melestarikanya," kata Hardi. Langkah pertama yang dilakukan adalah menginventarisir semua jenis buah langka itu, kemudian mencari mana yang bibitnya masih bisa didapatkan untuk selanjutnya ditanam serta dikembangkan. Menurut Hardi, sejauh ini pihaknya bekerja sama dengan Kantor Kebersihan dan Pertamanan sudah mulai melakukan aksi menanam pohon buah langka itu. Bagian Pertamanan dilibatkan agar pada saat mnyiram taman jalan, juga dapat menyiram tanaman yang baru tersebut. Selain itu juga karena ingin pohon buah yang dilestarikan itu juga bermanfaat untuk penghijauan jalan, sehingga sejumlah pohon buah langka sudah ditanam di sepanjang jalan jalur dua Tanggarong-Samarinda. Artinya, selain berguna sebagai pelestarian, pohon-pohon buah itu juga sebagai pohon pelindung/penghijauan jalan yang juga akan berfungsi sebagai penahan atau pondasi struktur tanah di sekitar jalan, sehingga jalan juga tidak mudah longsor. "Ada beberapa jenis buah-buahan yang sudah kita tanam di sepanjang jalan jalur dua Tenggarong-Samarinda. Selain untuk melestarikan, pohon buah ini juga berguna untuk penghijauan jalan, maka itu kita libatkan Pertamanan," ungkap Hardi. Rencananya, pohon-pohon buah langka itu akan dilestarikan di kebun-kebun warga, agar kelak buah khas daerah itu tidak hilang hingga generasi mendatang. PISANG RUTAI Salahsatu jenis buah khas Kutai yang kini juga mulai langka adalah pisang Rutai. Buah pisang Rutai yang berukuran kecil itu sangat disukai banyak orang, selain aromanya juga rasanya yang manis dengan kandungan vitamin yang tinggi. Bentuk buahnya yang kecil sangat cocok menjadi hidangan pembuka pada restauran atau warung makan. Bahkan ada rencana menjadikan pisang rutai sebagai hidangan pembuka yang wajib di Kukar. Menurut Hardi, untuk jenis pisang rutai ini tidak banyak warga yang menanam. Untuk itu, demi menjaga kemungkinan buah pisang rutai yang mulai langka ini menghilang, maka pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan berupaya melestarikan serta mengembangkannya. Pisang rutai mudah dipasarkan karena banyak yang menyukai dan harganya pun cukup menjanjikan bagi petani yang mengembangkannya. adv
|