Diskes Diminta Bentuk Forum Kabupaten Sehat2010-10-21 04:39:06
TENGGARONG – Asisten II Setkab Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menginstruksikan agar Dinas Kesehatan membentuk Forum Kabupaten Sehat. Forum ini untuk menjalin kerjasama dengan masyarakat dan sinkronisasi dengan Pemerintah Daerah dan swasta, sehingga dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan demi terwujudnya sinergi pembangunan yang baik. Melalui aktivitas Forum Kabupaten Sehat nantinya akan terjadi akselerasi dalam pencapaian kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara adil dan merata, terwujudnya suasana kondusif bagi seluruh masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan ekonomi dan yang tidak kalah pentingnya adalah terciptanya kinerja pemerintah yang baik yang berorientasi kepada masyarakat luas. Hal itu disampaikan pada pembukaan workshop Optimlisasi Lingkungan Sehat di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Selasa (19/10 ). Menurut Edu Damansyah, salah satu perwujudan kesejahteraan masyarakat adalah masyarakat yang sehat secara fisik, mental, intelegensia maupun sosial. Kesehatan merupakan hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Karena itu pembangunan bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. "Kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia sehingga apabila pembangunan kesehatan berjalan dengan baik maka akan meningkatkan produktivitas, kreativitas dan kualitas SDM yang pada akhirnya dapat menciptakan manusia yang unggul dan mempunyai daya saing yang dapat diperhitungkan secara nasional maupun internasional," papar Edi. Dikatakan, tantangan pembangunan kesehatan ke depan adalah bagaimana mendorong inisiatif masyarakat untuk dapat secara mandiri mempunyai perilaku dan pola hidup sehat, terciptanya kondisi lingkungan yang sehat sehingga nyaman, aman dan sehat untuk dihuni, yang pada akhirnya mendorong produktivitas kerja. Pembangunan, lanjut Edi, tidak hanya memikirkan fisik dan ekonomi saja tapi juga perlu mempertimbangkan dampak dari pembangunan itu sendiri, baik terhadap manusia maupun lingkungannya. "Pola pikir yang perlu kita tanamkan adalah pembangunan yang kita selenggarakan saat ini akan mempunyai dampak pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang," katan Edi. Oleh karena itu, Pemkab Kukar sangat mendukung terhadap gerakan pembangunan berwawasan kesehatan dimana faktor kesehatan harus diperhitungkan dalam melaksanakan seluruh aspek pembangunan. Dalam hal ini konsep "Kabupaten Sehat" menjadi hal yang sejalan dengan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan dan lingkungan serta pelestarian sumber daya alam dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan fisik dan sosial, sekaligus memberdayakan seluruh komponen masyarakat. Namun disadari juga bahwa upaya untuk mewujudkan Kabupaten Sehat bukanlah hal yang mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan, karena diyakini Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai potensi dengan seluruh sumber daya yang dimiliki. "Dengan demikian, saya tekankan bahwa program ini merupakan pekerjaan multisektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)," tegasnya. Kesehatan, lanjut Edi, merupakan sektor hilir yang keberhasilannya sangat tergantung pada sektor hulu, seperti kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, hukum bahkan faktor politik. Secara khusus dia berpesan kepada Dinas Kesehatan serta para camat untuk terus memperhatikan Puskesmas dan jaringannya yang berada di wilayah kerjanya. "Bantulah seluruh Puskesmas untuk mewujudkan "Kecamatan Sehat" melalui dukungan kebijakan dan operasional di lapangan. Saya yakin Puskesmas tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan para camat sebagai wakil kami di Kecamatan," ujar Edi. yd
|