Mahasiswa Kaltim Tuntut SBY-Boediono Turun2010-10-21 05:05:36
SAMARINDA-Ratusan mahasiswa dan lembaga masyarakan mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat Kalimantan Timur mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kaltim, Rabu (20/10). Aksi ini memperingati genapnya 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono. Mereka mengusung sejumlah tuntutan dan menyimpulkan bahwa SBY gagal menjalankan amanah reformasi. Tidak meratanya pembangunan dan masalah penindakan korupsi ikut menjadi grand isu yang diangkat. Di kampus Unmul Pahlawan dipilih menjadi lokasi awal mahasiswa berkumpul sebelum bergerak menuju tempat menyuarakan aspirasi. Elemen mahasiswa yang berunjuk rasa antara lain, Pembebasan Kaltim, PMII Kaltim, Perempuan Mahardhika, GMNI, PPBI, PPRM Kaltim, KAMMI, Bem Unmul, GMKI, Bem Polnes, Bem Fisip Unmul, Bem Fkip Unmul, Bem Hukum Widyagama, Bem Stain Samarinda dan Organisasi masyarakat lainnya. Para Massa tersebut juga membawa berbagai atribut ornament spanduk dan banner. Menurut kordinator Aksi, Yakub, semangat kepemimpinan SBY-Boediono telah menunjukkan sinyalemen pola Orde Baru. Paling kental yakni seleksi penerimaan CPNS di salah satu kementerian mencantumkan soal judul lagu SBY. "Judul lagu (SBY, red) sampai jadi soal tes itu sudah keterlaluan. Pemerintah jangan mengembalikan seperti keadaan orde baru. Kepala negara seolah ingin memamerkan negara ini miliknya. Sementara pemberantasan kasus banyak terbengkalai. Kasus korupsi banyak mengendap penanganannya," kata Yakub. Dia menambahkan, kritikan elemen gerakan sering dipelintir elit kekuasaan sebagai ancaman penggulingan. kegagalan rezim SBY-Boediono ini dibuktikan dengan adanya agenda neolib, pengesahan National Summit, dan lain-lain. Seperti terwujudnya ASEAN-China Free Trade Agreement, dimana adanya perdagangan bebas oleh Cina dengan Indonesia, memiliki dampak yang buruk bagi Rakyat Indonesia khususnya bagi rakyat buruh yang ujungnya akan ada pemecatan masal dan penutupan pabrik sebab rakyat Indonesia masih kalah kuantitas dan kualitas dari produk Cina. Mereka menuntut adanya reformasi sosialis. Dalam aksi ini mereka memberikan tuntutan seperti, hapuskan UU Sisdiknas dan UU PPG, tolak revisi UU ketenangan kerjaan No. 13 tahun 2003 dan naikan upah sesuai KHL, tegakan supermasi hukum dan berantas korupsi, bangun kedaulatan pangan untuk kesejahteraan rakyat, kesehatan gratis dan berkualitas untuk rakyat miskin, hapuskan uu dan perda yang mendikriminasikan kaum perempuan. Ditengan-tengah aksi mereka juga para massa membakar sejumlah ban bekas di tengah jalan. Dalam pembakaran ban tersebut membuat sejumlah petugas Samapta Polsekta Samarinda harus memadamkan ban yang di bakar sejumlah massa yang berdemo. Setelah sejumlah massa menyampaikan aspirasinya akhirnya membubarkan diri dengan mengunakan truk Polsekta Samarinda dan sejumlah mobil yang melintasi daerah tersebut untuk kembali ketitik mereka berkumpul.aon
|