Investor Lirik Laut Muara Jawa2010-10-21 23:47:54
SAMARINDA-Meningkatnya ekspor batu bara ke sejumlah negara, membuat laut Muara Jawa mulai dilirik insvestor. Padatnya pengiriman hasil SDA Kaltim ini membuat PT Pelabuhan Tiga Bersaudara mulai menginvestasikan modalnya untuk memberikan pelayanan bongkar muat di wilayah perairan Muara Jawa. Direksi PT Pelabuhan Tiga Bersaudara ??Sulaiman Badaruddin mengatakan bahwa kondisi saat ini di area STS masih dikelola secara tradisional. Bisa dilihat dari tak tersedianya tenaga pemandu dan tidak tersedia tug boat atau kapal tunda, serta banyak lagi kendala yang dihadapi pihak kapal pengangkut. "Yang pasti, saat ini pengawasan keamanan keselamatan dan ketertiban di Muara Jawa masih belum optimal," katanya. PTB juga melihat bahwa dengan pengelolaan pelabuhan yang ada saat ini, potensi kecelakaan sangat tinggi, masih lamanya waktu tunggu kapal yang ingin mengangkut, serta terjadinya pencemaran dan pendangkalan. Karena itu, pihaknya yakin dengan kehadirannya akan dapat membantu pemerintah mengawasi kegiatan bongkar muat di area STS. Dengan keberadaan PTB, lanjutnya diharapkan mampu menjawab berbagai kelemahan sistem pengolahan pelabuhan saat ini. PTB akan menyediakan para pemandu kapal-kapal, memberikan pelayanan bagi kapal-kapal yang mengalami penundaan. Disinggung mengenai pengalaman PTB dalam mengelola pelabuhan sejenis, Sulaiman mengatakan bahwa PTB telah menjalin kerjasama dengan PT Pelabuhan II dan III dalam pengelolaan pelabuhan sejenis di Tanjung Priok da Kota Baru. Untuk di Muara Jawa, PTB rencana akan menjalin kerjasama dengan PT Pelindo IV Samarinda. Disinggung dasar pengopersian pelabuhan, Sulaiman mengatakan bahwa PTB beroperasi berdasarkan SK Menhub RI. Sementara itu, General Manager Pelindo IV Samarinda ??Oddiman Simanjuntak mengatakan bahwa pengelolaan pelabuhan bongkar muat di Muara Jawa selama ini cukup baik. "Kami tidak pernah menerima complain dari para pelanggan, kami justru heran jika dikatakan bahwa pelayanan yang Pelindo berikan jauh dari harapan seperti yang diutarakan PTB," katanya. Menurut dia, pihaknya memiliki 8 tenaga pandu yang memiliki sertifikasi internasional. Selain itu, tidak benar jika dikatakan pihaknya tak memonitor setiap perkembangan atau kejadiaan di daerah itu. "Kami punya sarana pemantau yang memonitor setiap perkembangan dikawasan itu,"katanya. M4n
|