Persaingan Raih Adipura Kian Berat2010-10-22 00:37:27
SAMARINDA- Untuk meraih Piala Adipura, sebagai lambang penghargaan kebersihan kota tingkat nasional dirasakan tak mudah, mesti memerlukan jangka panjang. Apalagi dengan kondisi Samarinda sekarang ini, masih banyak masyarakat tidak membuang sampahnya pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang telah disediakan. Untuk mencari mudahnya, mereka membakar sampah. Hal ini tentu mengurangi penilaian. “Untuk menargetkan 2 tahun Samarinda meraih Adipura, tentu mesti merubah pola masyarakat dulu yakni tidak membakar sampah. Ini tidak mudah, tetapi sebuah tantangan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda, Sugeng Chairuddin, baru-baru ini, di Balaikota. Menurutnya, persoalan lingkungan di Samarinda, hampir sama seperti di kota-kota besar di Indonesia, penduduknya hampir 800 ribu jiwa, mendekati 1 juta jiwa arahnya sudah kota metropolitan. Sehingga membuat persaingan untuk mendapatkan Adipura kian berat. Sebab telah disejajarkan dengan kota besar lainnya yang berada di Pulau Jawa. “Kondisi itu, tentunya menimbulkan berbagai permasalahan yang kompleks seperti penataan lingkungan, social, ekonomi dan spesifik perkotaaan,” katanya. Soal sampah berserakan i di kawasan jalan Dwikora Palaran. Juga di Pasar Palaran sampah rumah tangga dan pasar menjadi satu dalam kontainer yang menjadi TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Namun karena kontainernya hanya satu unit saja maka menjadi over kapasitas, karena terbatasnya TPS. "Hal itu, tentunya menjadi tugas prioritas kami. Untuk memperhatikan kawasan pinggiran khususnya sampah.Seperti di Palaran, nanti kita tambah container sampah. Namun, tentunya kami pelajari dan konsultasi dengan staf,” ungkapnya.john
|