Kukar Wilayah Tertinggi Produksi Gas Karbon Hasil Analisa FGD Kaltim
2010-10-23 08:33:52
TENGGARONG – Anggota Tim Focus Group Discussion (FGD) Provinsi Kaltim, Prof Dedi Hadriyanto menilai Kabupaten Kukar merupakan wilayah tertinggi dalam memproduksi emisi gas buang karbon dioksida (CO2). Jika isu ini benar maka satu cara perlu dilakukan yaitu segera melakukan penghijauan dan pencegahan ilegal logging secara intensif. Pernyataan tersebut disampaikan saat Tim FGD Kaltim menyambangi Kukar dalam rangka Kunjungan Roadshow ke kabupaten/kota se Kaltim untuk mensosialisaskani Hasil Analisa Pembangunan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan Kamis (21/10) lalu.. Kunjungan Tim Roadshow FGD ke Tenggarong dalam rangka mensosialisasikan Hasil Analisa Strategi Pembangunan Kalimantan Timur yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Sosialisasi yang berlangsung di ruang Serbaguna Kantor Bupati Tenggarong itu dibuka Asisten III Pemkab Kukar Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Sutrisno. Sedang peserta yang menghadiri sosialisasi terdiri dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kukar, sejumlah LSM pemerhati lingkungan dan kelompok pencinta alam/lingkungan lainnya yang ada di Kukar. juga hadirKepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Kaltim Ir Syahril. Mengenai penilaian dimaksud, Bupati diwakili Sutrisno mengakui bahwa Kukar yang kaya potensi SDA merupakan daerah yang masih memerlukan pengembangan disetiap sektor ekonominya. Dengan kondisi ini tentunya memiliki implikasi dalam setiap aktivitas yang dilakukan, baik itu menyangkut aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. “Implikasi yang merupakan konsekwensi dari pengembangan setiap sektor sudah barang tentu sedikit banyak menyebabkan gradasi lingkungan,” ujarnya. Namun demikian, lanjutnya, pemkab sadar akan hal itu maka melalui program dan dilandasi filosofi Gerakan Pengembangan Rakyat Sejahtera (Gerbangraja), Pemkab Kukar telah merumuskan visi 2011-2015, yakni Menuju Terwujudnya Masyarakat Kutai Kartanegara yang Sejahtera dan Berkeadilan. Dimana salah satu misinya adalah Menetapkan Penyelenggaraan Pembangunan Berwawasan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam, yang ditujukan untuk kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang mampu memberikan keterjaminan dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Dikatakan, kebijakan pembangunan daerah tersebut tentunya sejalan dengan upaya-upaya strategis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka pelaksanaan program Kaltim Green. Dengan demikian Pemkab Kukar menyambut baik kegiatan-kegiatan yang bersifat analisis kebijakan seperti yang tengah lakukan oleh Tim FGD Kaltim ini. "Dengan koordinasi dan sinergisme yang baik, saya meyakini akan tersusun rekomendasi dan strategi yang tepat dalam rangka pencapaian target nasional yakni pengurangan emisi sebesar 26 persen," ujarnya. Sementara anggota Tim FGD Kaltim Prof Dedi Hadriyanto dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mengatakan bahwa dari analisa sementara tim FGD Kaltim bahwa Kukar merupakan wilayah yang banyak menghasilkan emisi gas buang karbon dioksida (CO2) ke udara. Menurutnya, sumber emisi sehingga Kukar menyandang sebagai emitor tertinggi atau 1/5 se Kaltim itu adalah disebabkan terjadinya penebangan hutan dan pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan sehingga membuat banyak lahan di Kukar menjadi gundul. Akibatnya jelas gas buang karbon menumpuk di atmosfir yang berdampak pada pemanasan global. Untuk mengurangi dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan oleh gas CO2 ini, perlu usaha dari semua pihak termasuk dukungan masyarakat bersama Pemkab Kukar melalui kebijakan yang pro lingkungan. Menurut dia, yang penting sekarang perlu kesadaran bersama terhadap masalah lingkungan, untuk ke depan berkomitmen menciptakan lingkungan yang asri dan sehat. yd
|