ASITA Kaltim Lirik Wisatawan Australia Dan Eropa2010-10-23 08:46:10
BALIKPAPAN, Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan masuk Kalimantan Timur (Kaltim), dengan melakukan promosi wisata melalui berbagai even pariwisata seperti pasar wisata yang baru-baru ini dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melibatkan sedikitnya 65 negara di dunia. Ketua Umum ASITA Kaltim, Djoko Poerwanto, mengatakan seharusnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata baik level nasional maupun internasional daerah-daerah di Kaltim ikut dalam mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada dengan membuka stand pameran, karena dengan kegiatan itu maka dunia akan lebih mengenal kekayaan alam, budaya dan obyek-obyek wisata yang ada. Dipasar wisata Lombok yang diselenggarakan mulai 12 Oktober 2010 lalu, memberikan peluang besar bagi daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk bisa menarik para wisatawan asing dan lokal untuk datang di daerah ini melihat dan menikmati kekayaan alam disini. ‘’Coba, kalau 14 daerah kota / kabupaten di Kaltim ikut meramaikan pasar wisata Lombok baru-baru ini pasti akan banyak wisatawan asing berkjunjung didaerah di Kalimantan Timur, sebab orang asing itu sangat berkeinginan untuk menikmati hari liburnya didaerah-daerah yang memiliki beragam budaya, kekayaan alam maupun obyek wisata lainnya,’’ kata Djoko Poerwanto, ketika dihubungi media ini di Lombok, NTB. Didampingi Kabid Humas Asita Kaltim, H Eddy Yusuf Assainar, dia mengatakan peluang sangat besar untuk menarik kunjungan wisatawan asing ke Kaltim saat berlangsungnya pasar wisata internasional karena pada saat itu semua daerah atau semua peserta diberi kesempatan untuk mempromosikan berbagai obyek wisata yang ada didaerahnya. ‘’Jujur mau dikatakan kalau Kaltim memang ikut promosi kehandalan kekayaan berbagai potensi wisata di daerah ini tapi akan lebih baik lagi kalau pemerintah daerah ikut dalam kegiatan internasional itu, karena yang memiliki obyek wisata itu kan daerah, bukan ASITA, karena kami hanya ikut mendukung memperkenalkan obyek-obyek wisata yang ada,’’ terang Djoko. ASITA, kata Djoko berperan dalam promosi pariwisata melalui anggota yang kini mencapai 35 badan usaha, sedangkan badan promosi itu ada di pemerintah daerah, kalau lembaga ini serius menyikapi kegiatan yang melibatkan ASITA maka tidak diragukan lagi kalau dunia akan lebih mengenal Kaltim dari berbagai potensi yang ada. ASITA adalah perusahan yang bergerak dibidang perjalanan wisata, kami memang memiliki kewajiban untuk menjual ‘’Indonesia’’ dibidang wisata internasional, namun yang lebih tepat jika badan promosi wisata yang dibentuk pemerintah daerah ikut terlibat langsung dalam berbagai even wisata yang digelar baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti yang terjadi di Lombok, NTB. Ditanya keseriusan pemerintah daerah menjual berbagai obyek wisata yang ada, Djoko dan Eddy Yusuf, mengatakan masih perlu ditingkatkan, artinya bicara soal wisatawan masuk Indonesia itu tidak mungkin jika tidak dikenalkan dulu apa-apa yang ada di Indonesia, olehnya ketika pemda memiliki obyek wisata silahkan dijual dengan bekerjasama dengan kami dari perusahan yang bergerak dibidang perjalanan wisata (ASITA), ini lembaga yang jelas yang sehari-hari berkomunikasi dengan dunia luar. Ditanya peran pasar wisata, Eddy Yusuf mengatakan kalau pasar wisata merupakan ajang promosi yang paling efektive untuk menjaring wisatawan mancanegara karena di ajang tersebut dipertemukan antara tour operator dalam negari dan luar negari sehingga terjadi deal-deal paket-paket wisata yg ditawarkan operator lokal kepada partner mereka masing-masing yg berada di manca negara. Dengan demikian maka para tour operator luar negeri yg sudah bekerjasama dengan tour operator dalam negeri akan menjual paket-paket tersebut kepada para pelanggan mereka masing-masing. Tahun ini pasar wisata di Lombok dihadiri oleh 65 negara, sedanglan Tour operator yg di bidik anggota asita Kaltim untuk negara-nagara Australia, Eropa, Canada dan Amerika, karena dari negara-negara tersebut yg paling meminati wisata yg ada di Kalimantan. Diharapan kepada Pemerintah daerah dalam hal memasarkan obyek wisata khususnya di Kaltim bisa berkoordinasi dengan Asita suapaya promosi tersebut dapat lebih efektif dan tepat sasaran.max
|