Kembangkan Benih Unggul Lokal dan Nasional 2010-10-24 23:51:19
PEMBANGUNAN pertanian tanaman pangan di Kutai Kartnegara dilakukan salah satunya dengan mengembangkan benih unggul. Benih yang dikembangkan adalah benih unggul lokal serta benih unggul nasional. Untuk benih padi lokal, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar mengembangkan tiga varietas unggul, diantaranya benih padi Serai Kuning dan Serai Putih. Jenis benih padi ini terutama diperuntukan bagi lahan yang baru, yang mana pada umumnya lahan baru ini masih memiliki tingkat keasaman tinggi. Pasalnya, jenih padi Serai Putih dan Serai Kuning ini merupakan padi yang tahan terhadap kondisi tanah atau lahan asam. Sedangkan untuk benih unggul nasional, ada tiga verietas yang dikembangkan yaitu padi Cibogo, Ciherang dan IR 64 yang memang banyak ditanam petani di Kukar. Selain benih padi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar saat ini juga tengah mengembangkan bibit hortikultiura unggul lokal, dan yang sekarang ini fokus pada pohon buah Lai yang dalam bahasa latin disebut Durio Kutei Nensis. Buah jenis durian ini sudah diakui secara nasional sebagai komoditi unggul lokal Kutai Kartanegara. Ada 4 varietas Lai yang menjadi unggulan, yakni Lai Mahakam, Lai Raja, Lai Batuah dan Lai Mandong. Lai Mandong ini sangat mendekati durian, dimana kulit buahnya yang kuning tanpa aroma menyengat tapi rasa daging buahnya yang kuning sama lezat seperti rasa durian. Lai jenis ini juga biasa disebut sebagai Lai Durian. Empat varietas buah Lai unggul ini akan dikembangkan hingga lima tahun ke depan, dimana penyebaran bibit dilakukan pada lahan seluas 18 hektare dengan sasaran lahan pekarangan petani yang tersebar di beberapa kecamatan. Lahan pekarangan jadi sasaran program pengembangan tanaman Lai, mengingat tingkat keberhasilan tanaman pekarangan jauh lebih besar dibanding lahan kebun dengan luasan tertentu, karena keberhasilan tanaman ini berkaitan dengan pemeliharaan. Maksudnya, jika ditanam di lahan pekarangan, maka otomatis pemeliharaanya akan lebih mudah karena lokasinya dekat rumah dan setiap hari selalu terpantau perkembangannya. Diyakini, komoditas lokal ini (buah Lai, red) akan menjadi komoditas yang dapat diandalkan, karena pohon buah Lai ini tidak mudah untuk bisa tubuh dan berkembang di daerah lain terutama luar Kalimantan. Pengaruhnya adalah iklim yang berbeda. Pasaranyapun sudah merambah ke luar negeri, dimana sudah dua kali melakukan ekspor buah Lai ke Singapur. Karena sulit bisa berkembang di daerah lain, maka buah yang memiliki rasa yang lezat ini hanya akan banyak diproduksi dari Kukar atau Kaltim pada umumnya. Dan karena buahnya yang tidak memiliki kandungan gas atau alkohol tinggi seperti durian, maka akan banyak orang yang menyukai, bukan hanya lokal atau nasional, bahkan juga luar negeri. Artinya, untuk permasalahan pasar akan sangat menjanjikan. Mengenai pembangunan pertanian difokuskan pada pengembangan benih dan bibit, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, A Hardi Dwi Putera didampingi Kabid Pengembangan Lahan dan Benih, Giarto menjelaskan, benih memang yang paling utama, karena keberhasilan petani dalam meningkatkan produksi, baik jumlah maupun kualitasnya akan sangat bergantung dari benih. "Menurut kami, ketersediaan sarana tidak menjamin hasil produksi, jumlah produksi dan kualitasnya akan sangat bergantung dari benih. Kalau benihnya yang ditanam jelek, sebaik apapun sarana penunjangnya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Karena itu, kami mengutamakan benih," ungkap Giarto.
|