PENANGKAR2010-10-24 23:53:15
Dalam rangka pengembangan benih unggul, Dinas Pertanian Tanaman Pangan menumbuhkembangkan penangkaran, dimana dalam program tahun 2010 pengembangan benih unggul dilakukan sejumlah penangkar yang tersebar di sentra-sentra padi. Benih yang diperbantukan tahun ini untuk dikembangkan para penangkar adalah untuk lahan seluas 240 hektare. Sedangkan untuk pengembangan benih padi lokal disediakan seluas 16 hektar. Menurut Giarto, mengingat tiap satu penangkar maksimal satu hektar, maka pengembangan benih padi ini akan dilakukan 240 orang penangkar. penangkar itu sendiri, kata Giarto merupakan orang yang memiliki kemampuan atau sumberdaya yang labih dibanding petani biasa atau ketua kelompok tani. Sehingga benih yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan petani sekitarnya, adalah benih yang benar-benar unggul. "Kami sengaja menyebar ratusan para penangkar benih unggul di sentra-sentra padi demi penyediaan benih yang lebih dekat dengan petani, sehingga petani tidak perlu susah jauh-jauh mencari benih," ujar Giarto. Untuk diketahui, dalam kegiatan PBUP disediakan bibit Lai sebanyak 1800 pohon untuk 18 hektare dan kegiatanya di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Anggana, Samboja dan Marangkayu. Benih padi unggul nasional 6.250 kg untuk 208 hektare kegiatanya di tiga kecamatan, yakni Anggana, Samboja dan Marangkayu. Benih padi unggul lokal (lahan asam) di Kecamatan Marangkayu. Sedangkan untuk kegiatan P3 disediakan padi sawah (penangkar) 240 hektare dengan kegiatanya di 11 kecamatan, padi lokal (gunung) 16 hektare di empat kecamatan, kacang tanah 4 hektare di epat kecamatan serta durian 9,2 hektare di empat kecamatan. adv
|