Reward Pendonor Terbanyak2010-10-25 05:16:15
SAMARINDA-Sebanyak 44 orang dan 10 perusahaan mendapatkan penghargaan, yakni diakuinya sebagai pendonor darah terbanyak tercatat di Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Samarinda sejak September 2009 hingga Agustus 2010. Penyerahan reward dilaksanakan di rumah jabatan Walikota Samarinda, Sabtu (23/10) malam. PMI Samarinda sebagai pelaksana kegiatan, khusus perorangan membagi penghargaan dalam beberapa kategori. Kategori pertama, berupa piagam diberikan kepada pedonor pribadi yang telah aktif menyumbangkan darah sebanyak 10 hingga 25 kali. Tahun ini, diberikan masing-masing kepada 5 orang. Kategori kedua, penghargaan yang diberikan berupa piagam dan pin emas kepada 24 pedonor darah perorangan yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 50 kali. Untuk ketiga, penghargaan juga diberikan kepada 8 orang pedonor yang telah 75 kali menyumbangkan darah. Sedangkan kategori ketiga, penghargaan berupa piagam dan cincin emas diberikan kepada pendonor sebanyak 75 kali yakni 8 orang dan 100 kali sebanyak empat 4 orang. Mereka (4 orang/100 kali) yang dianugerahi penghargaan paling tinggi dari PMI cabang Samarinda adalah Hadriansyah dari Danau Jempang, Safriasnyah dari Puspita Bengkuring, Sutrisno dari Bukit Barisan dan Benyamin Assa dari Sangasanga. Selain itu, PMI juga memberikan penghargaan berupa plakat PIN emas kepada 10 perusahaan yang telah menjadi penyumbang darah terbanyak dalam periode 2010. Perusahaan pendonor darah terbanyak tiga besar tahun ini diantaranya adalah PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS)/ pengelola Mal Lembuswana Samarinda sebanyak 1.076 kantong, Honda Semoga Jaya sebanyak 678 kantong, dan PT. VICO Indonesia sebanyak 669 kantong. Penyerahan dihadiri Walikota yang diwakilkan Sekretaris Dinas Kesehatan kota (DKK) Samarinda drg. Rustam, Ketua PMI Kaltim H Nusyirwan Ismail, wakil ketua PMI Samarinda Ir.H.Fachruddin Noor. Walikota dalam sambutan yang dibacakan Rustam mengharapkan seluruh elemen masyarakat Samarinda untuk secara aktif dan berkala melakukan donor darah sukarela sehingga dapat membantu warga lain yang membutuhkan. Pasalnya setetes darah masyarakat sejatinya sangat berarti bagi kelangsungan hidup orang lain. "Stok darah bukan persoalan PMI, melainkan persoalan kita semua, sesuai jargon bijak yang selalu kita dengar di banyak kesempatan, yakni setetes darah selamatkan jiwa," tegasnya. hms/adv
|