Narimo: Disnakan Harus SeriusAncaman Wabah Penyakit Flu Burung
2010-10-25 05:19:46
SAMARINDA-Anggota DPRD Samarinda H Narimo meminta Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Samarinda serius melakukan penanganan terhadap kemungkinan wabah Flu Burung. “Kalau Disnakan telah menemukan adanya indikasi wabah penyakit flu burung, ya sebaiknya tidak ada jalan lain kecuali melakukan kewaspadaan secara serius agar tidak menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa, Red),” ujar H Narimo, Minggu (24/10). Sebaiknya, kata H Narimo, Disnakan melakukan inspeksi di beberapa wilayah yang dinilai berpotensi KLB. Karena hal itu akan mudah melakukan pemutusan jaringan penyakit tersebut. “Kalau sudah KLB, memang tak mudah. Karena itu instansi terkait harus mampu betindak untuk melakukan pemberantasan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat luas,” katanya. Perlu diketahui, flu burung adalah virus influensa tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia. Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. Menurut Narimo, jika burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar. “Sejauh yang saya tahu, virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga,” ungkapnya. Secara khusus, Narimo, berpesan tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Juga, unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan. adv
|