Gelar Rakor Antisipasi Kelangkaan Semen2010-10-26 01:37:28
SAMARINDA–Belajar dari pengalaman waktu sebelumnya, dimana pada setiap akhir hingga awal tahun di Kota Samarinda kerap terjadi kelangkaan semen yang pada akhirnya berimbas pada kenaikan harga semen, Pemkot Samarinda sebagai upaya antisipasi agar kondisi tersebut tidak terjadi tahun ini, jauh-jauh hari telah melakukan langkah koordinasi dengan beberapa pihak terkait. Ini terlihat dengan adanya rapat pertemuan guna membahas hal tersebut yang berlangsung belum lama ini di ruang rapat Wakil Walikota bersama Disperindag Provinsi Kaltim, para camat dan pihak distributor, agen maupun pihak toko bahan bangunan serta beberapa bagian dan dinas lain dibawah koordinasi Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Samarinda. ”Pertemuan ini dilakukan tidak lain untuk mencari masukan kemungkinan kendala yang bisa memicu kembali naiknya harga semen tersebut,” terang Kabag Perekonomian M.Yamin ketika membuka rapat tersebut. Namun berdasarkan keterangan beberapa distributor kondisi ketersedian stok semen dari berbagai merek untuk tahun ini cukup aman, baik Tonasa, Holcin, Bosowa maupun Gersik. Walaupun kondisi overhall yang disebut-sebut sebagai salah pemicu kejadian pada tahun-tahun sebelum kembali dilakukan oleh masing-masing produsen, mereka bisa menjamin hal ini mengingat kondisi pelabuhan peti kemas yang saat ini sudah cukup mendukung kelancaran arus pendistribusian material tersebut untuk masuk ke kota Samarinda. Namun walaupun ada pernyataan demikian Yamin tetap berharap semua pihak tetap melakukan pemantauan agar selain ketersedian stok, harga material bangunan ini bisa tetap stabil dalam kisaran harga yang ada saat ini yaitu antara Rp 52.000 – Rp.55.000,-. Sementara berdasarkan data yang ada jumlah kebutuhan semen di Kota Samarinda per tahunnya berkisar antara 500.000 hingga 600.000 ton. Namun jumlah ini dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan H Dadang Airlangga yang juga hadir di kesempatan tersebut, bisa saja meningkat tergantung dari banyaknya pembangunan yang dilakukan, baik pemerintah maupun swasta. ”Seperti halnya pembangunan jembatan Mahkota II, pembuatan jalan menuju pelabuhan peti kemas, saluran pengairan dll, setidaknya memerlukan 18.000 ton,” terang Dadang.. hms3/adv
|