Anak Putus Sekolah di Samarinda Terus Meningkat2010-10-26 01:57:32
SAMARINDA-Meski sebagai Ibukota Propinsi Kaltim, dengan jumlah penduduk hampir 600 ribu penduduk, namun angka anak putus sekolah di Samarinda terus meningkat. Ini akibat banyak perusahaan gulung tikar. Dan, besarnya APBD Samarinda dan APBD Kaltim, ternyata tak menjamin persoalan pendidikan bisa dipenuhi pemerintah. Yang paling menyedihkan, saat ini anak putus sekolah di Kota Samarinda kian meningkat. Bahkan, sebagiaan dari mereka berada di jalan-jalan protokol, yang setiap hari dilalui para pejabat Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim. M Toyip dari M Yamin Center Pemerhati pendidikan Kota Samarinda kepada Poskota Kaltim mengaku prihatin dengan banyaknya anak-anak putus sekolah yang mesti berjuang menghidupi diri mereka dan orang tuanya. "Berdasarkan pengamatan kami, sebagiaan besar mereka mencari nafkah dengan cara pengamen dan pengemis di setiap persimpangan kota Samarinda. Dan meraka adalah anak-anak putus sekolah, bahkan beberapa diantara mereka justru digerakan oleh orang tua mereka," kata M Toyib. Toyib mengaku prihatin atas kejadiaan ini. Pemerintah mengaku telah menggratiskan seluruh sekolah di Samarinda, namun masih ada anak-anak usia sekolah yang pada jam-jam masuk sekolah berada di jalanan. Seharusnya, kata dia, pemerintah bisa melakukan monitoring, jangan sampai anak-anak itu justru menjadi masalah dikemudiaan hari. Sangat disayangkan, jika berbagai fasilitas infrastruktur seperti bangunan sekolah megah, namun ada beberapa anak tidak bisa menikmatinya. "Yang utama, mungkin aparatur pemerintah, dalam hal ini Satpol PP lebih tegas menindak para anak-anak yang berada di jalan pada jam-jam sekolah," kata Toyib. Sementara itu, Sl (12) pedagang koran di Jl Agus Salim mengaku tidak berniat melanjutkan sekolah karena malu. Sebab, kata dia, ketika sekolah dirinya kerap bolos, hanya untuk mendapatkan uang jajan lebih dengan berjualan koran. Akibatnya, dirinya tak naik kelas. "Malu sekolah lagi, karena teman-teman sekolah yang dulu sudah duduk di bangku SMP, sementara ia harus mengulang di kelas 5," kata Sl. M4n
|