Gapensi Siap Berikan Teguran2010-10-27 00:33:22
TANJUNG REDEB - Kepedulian Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) terhadap pembangunan di Kabupaten Berau tidak hanya ikut berkompetisi secara sehat saja, tetapi juga melakukan pembinaan dalam internal. Jika ada diantaranya melakukan kesalahan dalam melakukan suatu pekerjaan, Gapensi tak segan – segan memberikan teguran. Ketua Gapensi Berau H Hadi Mustapa kepada Poskota Kaltim , Selasa (26/10) menjelaskan, sejauh ini Gapensi telah menunjukkan kepada Pemkab Berau dan masyarakat atas kepeduliannya terhadap pembangunan di Kabupaten Berau. Diantaranya mengikuti pelelangan suatu proyek melalui komputerisasi (LPS), sesuai peraturan yang baru, yang dinilai cukup efektif dan sangat rahasia. Selain itu ia bersama anggotanya juga menunjukkan keseriusan dalam hal menyelesaikan suatu pekerjaan, khususnya mengutamakan kualitas pekerjaan. Karenanya, jika ada anggotanya yang melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaan, pihaknya tidak segan – segan memberikan teguran. Selain memberikan teguran, pihaknya juga memberikan pembinaan. Agar pihak yang bersangkutan tidak kembali melakukan kesalahan dan bertambah wawasan. “Melakukan pekerjaan ini kan amanah rakyat, jadi ya harus mampu mengembannya,” ungkapnya. Oleh karenanya, kendati dari sekitar tiga ratus anggotanya ada sebagian kecil yang belum menguasai sistem lelang melalui LPS, pihaknya sejauh ini juga sudah memberikan pelatihan, melalui kerja sama dengan pihak Bagian Pembangunan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). “Jadi yang belum bisa, dengan sendirinya nantinya mereka menguasai sistem lelang seperti itu,” pintanya. Selain itu, secara tegas ia juga menepis jika ada anggapan bahwa ada pembagian ”kue (proyek)” kepada Gapensi, sekian persen dari rencana pembangunan. “Kalau dulu memang ada, setiap organisasi seperti ini dapat jatah. Tapi sekarang zamannya sudah berubah, peraturan pun berubah. Jadi kalau ingin dapat proyek ya harus berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya. Kata dia, sekarang ini zamannya transparansi, serba keterbukaan, mana proyek yang hendak dilaksanakan semua terpampang jelas, dan siapapun bisa ikut tender, sepanjang semua persaratan bisa terpenuhi. “Soal itu menang atau kalah, ya itu urusan panitia lelang, yang penting kita bersaing seacara sehat,” cetusnya. roz
|