Pembangunan Manusia di Kukar Alami PeningkatanKenaikan IPM Capai Satu Digit
2010-10-27 05:00:22
TENGGARONG – Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf menyampaikan, upaya pemerintah mensejahterakan masyarakat wilayah Kukar sudah lebih baik sebelumnya. Itu dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kukar yang mengalami sedikit peningkatan dari tahun 2008. Jika pada tahun 2008 nilai IPM Kukar berada di posisi 72,03 maka tahun anggaran 2009 lalu nilainya sedikit meningkat menjadi 73,04. Atau naik hampir mencapai satu digit. Peningkatan tersebut dapat dilihat dan dirasakan dari sedikitnya tiga komponen dasar perhitungan nilai IPM. Yaitu antara lain dilihat dari Angka Harapan Hidup (Ahap) yang mencapai 71,06. kemudian rata-rata lama sekolah dengan nilai 8,32 dan Pengeluaran Perkapita tercata sebesar Rp 628.710. Penjelasan tersebut ungkapkan Ghufron Yusuf saat menyampaikan rangkaian Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2011 di depan anggota DPRD Senin lalu. Dikatakan, nilai IPM ini merupakan salah satu dari lima indikator makro ekonomi pembangunan daerah. Ke empat indikator lainnya adalah Product Ratio Regional Bruto (PDRB), Pertumbuhan Ekonomi dengan Migas, Jumlah Penduduk Miskin dan Tingkat Pengangguran. Untuk jumlah penduduk miskin jika mengacu kepada jumlah rumah tangga miskin (RTM) baik yang di perkotaan maupun di perdesaan pada 2008 ada 30.215. Dengan rincian katagori sangat miskin 8.127, miskin 10.070 dan hampir miskin sebanyak 12.018. Pada tahun 2009 terjadi penurunan jumlah RTM menjadi 30.055 atau berkurang 160 RTM dalam berbagai katagori. Sementara untuk tingkat pengangguran, jumlah pengangguran terbuka 2009 mencapai 10.223 orang atau 4,21 persen dari angkatan kerja. Jumlah pengangguran ini cukup baik karena berada di bawah presentase nasional maupun Provinsi Kaltim. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi dengan Migas 2009 sebesar 2,79 persen dan tanpa Migas sebedar 5,50 persen. Pertumbuhan ekonomi ini juga lebih baik terutama jika dilihat dari perspektif tanpa Migas. Artinya produk potensi sumberdaya alam kita yang nonmigas ke depan semakin prospektif dan kompetitif untuk lebih dikembangkan. Diharapakan kelima indikator tersebut tren ke depannya akan menunjukan kearah yang lebih terutama jika semua pihak di daerah ini memahami dan menyadari program yang akan dilaksanakan Pemkab Kukar. Khususnya dalam menggelorakan program Gerbangraja. yd
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...