Mahasiswa Temui Bupati Soal BBM2010-10-28 04:47:50
TANJUNG REDEB- Setelah melakukan sosialisasi kepada semua warga yang menjual bensin eceran, Rabu (27/10), Satpol PP mulai melakukan penertiban. Hasilnya, puluhan liter BBM jenis premium diamankan Pol PP beserta penjual. Penertiban dilakukan sejak pagi hari menyisir sejumlah warga yanng masih melakukan aktivitas itu. Kasi operasional Pol PP Berau, Gamal Suwanto kepada media ini menjelaskan, kebijakan yang diambil melalui Bupati Berau tidak lagi memperkenankan adanya penjualan BBM di luar SPBU terkecuali memiliki izin usaha. ”Tadi kita sempat mengamankan satu orang pelaku beserta bensin yang kedapatan tengah menyedot, langsung kita serahkan kepada Polres Berau, kita tidak tahu bagaimana prosesnya sekarang,” kata Gamal. Sementara itu dalam penertiban lanjutan, Satpol PP kembali mengamankan 4 orang dengan barang bukti (BB) tidak kurang dari 8 jerigen BBM jenis premium. Namun keempat orang itu ditangani sendiri oleh Pol PP. ”Kita berikan lagi pemahamman dan suruh mereka buat pernyataan, sekaligus peringatan kepada warga lainnya yang masih bandel, tapi sampai saat ini bensinnya masih kita tahan, masih menunggu proses selanjutnya,” kata Gamal lagi. Sementara itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Berau (LMB), di hari sama menemui Bupati Makmur HAPK guna menyampaikan beberapa tuntutan terkait masalah BBM di Berau. Mahasiswa meminta pemerintah daerah tanggap terhadap persoalan yang sudah menyusahkan masyarakat Berau dalam beberapa hari terakhir dengan mengambil langkah kongkrit secepatnya. ”Menyikapi adanya kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten Berau, maka kamipara mahasiswa-mahasiswi Berau yang tergabung dalam LMB melakukan aksi damai guna menuntut pemerintah daerah dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini, agar tegas melakukan tindakan sehingga keadaan in tidak berlangsung lebih lama lagi,” demikian pernyataan yang disampaikan mahasiswa. Mahasiswa juga meminta Pemkab Berau melakukan pengawasan ketat terhadap operasional SPBU yang ada. ”Pasalnya, terindikasi ada permainan yang menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kelangkaan BBM di Berau ini,” ugkap Budi salah satu dari organisasi itu. Bupati yang menemui langsung LMB menegaskan, Pemda tidak tutup mata terhadap apa yang tengah terjadi. ”Saya kemarin dapat surat yang mengaku mahasiswa, perseorangan dengan isi mengkritisi pemerintah daerah, silahkan saja, tapi yang wajar, kalau mengatakan Pemda tutup mata itu sangat keliru. Kita sudah lakukan langkah cepat menangani persoalan ini, orang dari pertamina sudah kita panggil ke sini, pengecer minyak yang banyak dan menjadi pemicu antrian di setiap SPBU sudah kita tertibkan mulai hari ini (kemarin, red),” tegas Bupati. Dalam pertemuan itu, kesepahaman Bupati dan Mahasiswa yang hadir untuk mengawasi disikapi Bupati dengan siap memberikan rekomendasi kepada mahasiswa yang mau ikut dalam tim pengawasan di tiap SPBU yang buka. ”Kita sudah buat tim, ada polisi dan Satpol PP mengawasi. Kalau ada mahasiswa yang mau, silahkan, nanti saya rekomendasikan langsung. Ini sangat bagus, jadi bisa langsung mencermati kondisi dan ikut pertisipasi, kata Bupati. Kami, lanjut Bupati, juga meminta dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Termasuk untuk mengetahui data, jumlah stok BBM dan distribusinya di semua SPBU. "Silahkan saja kapan siapnya, nanti saya buatkan surat rekomendasi, pengelola SPBU harus kooperatif menerima adik-adik sekalian,” kata Bupati. as
|