Intesifikasi Lahan Selain Perluasan Areal Tanam

Upaya Meningkatkan Produksi Padi Kukar

2010-10-28  05:15:03

INTESIFIKASI lahan merupakan program yang tengah digalakkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara selain program perluasan areal tanam melalui percetakan sawah baru.
Intesifikasi lahan dipandang perlu demi memanfaatkan lahan yang ada dan dalam hal ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan melalui petugasnya selalu memberikan binaan dan pendampingan agar petani bisa lebih maksimal menggarap lahan.
Sedangkan perluasan areal yang dilakukan melalui program percetakan sawah baru, juga diperlukan mengingat ada beberapa lahan yang ternyata sudah belaih fungsi, dari lahan pertanian menjadi lahan perkebunan atau pertambangan. Pembukaan lahan baru itulah yang akan menjadi pengganti dari alih fungsi pemanfaatan lahan pertanian yang ada.
Menurut Kepala Bidang Produksi dan Pasca Panen Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar, Suyanto, penggalakan intensifikasi lahan dilakukan karena lahan tersebut merupakan lahan yang sudah jadi dan tidak terlalu membutuhkan pengolahan tanah sebagaimana lahan yang baru. Lahan baru menurut Suyanto merupakan lahan yang tingkat keasaman tanahnya masih tinggi. Sekalipun, lanjut Suyanto, sudah ada benih lokal yang diunggulkan untuk ditanam pada lahan baru, yang mana benih lokal tersebut memiliki daya tahan terhadap keasaman tanah.
Penanganan lahan melalui intensifikasi dan perluasan areal tersebut merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan produksi padi di Kukar.
Terkait peningkatan produksi, Suyanto mengatakan pihak dinas juga memberikan bantuan berupa benih unggul. Benih unggul tersebut akan terus dikembangkan melalui sejumlah penangkar yang telah disebar di beberapa titik sentra pertanian. Dengan harapan, petani tidak menanam benih yang berkualitas rendah lagi, karena tidak akan kesulitan mendapatkan benih unggul dari penangkar yang ada dan tersebar di sekitar petani.
Benih berkualitas menurut Suyanto, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan produksi, karena semua akan berawal dari benih, baik jumlah padi yang diproduksi per hektarenya maupun kualitas padi yang dihasilkan.
"Ini sangat penting karena akan berkaitan dengan pasar, terutama harga," kata Suyanto. Pentingnya kualitas hasil panen itu juga berkaitan dengan akan beroperasinya kembali Rice Procesing Unit (RPU) di Tenggarong Seberang yang membutuhkan gabah berkualitas demi produksi beras yang bisa bersaing dan bernilai jual tinggi di pasaran.
Dalam hal ini, dalam program tahun 2010 ini dinas juga menyalurkan bantuan sarana atau alat penanganan saat panen seperti mesin potong serta alat penanganan pasca panen, seperti power threser (mesin perontok padi) termasuk alat jemur. Power threser dipandang penting dalam penanganan pasca panen. Ini sangat berkaitan dengan kualitas gabah, mengingat gabah setelah dipanen biasanya ditumpuk di galangan atau pematang. Jika ditumpuk terlalu lama maka akan mempengaruhi kualitas, biasanya warna akan berubah dari seharusnya putih bersih jadi kekuning-kiningan. Namun dengan ketersediaan power trheser, petani bisa dengan cepat merontok padi selanjutnya segera dilakukan pengeringan dengan menjemur dibawah sinar matahari.
Berkaitan dengan bantuan sarana, dikatakan dinas juga memberikan bantuan berupa hand tracktor sebagai alat pengolahan lahan, serta bantuan pupuk. Semua program yang dilaksanakan tersebut merupakan kerjasama antara daerah dan pusat melalui pendanaan APBD dan APBN.
Pada intinya, semua kegiatan yang dilakukan demi meningkatkan produksi yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat. Ini tentunya sebagai pendukung prohram Gerbangraja Pemkab Kukar. Apalagi mengingat sebagian besar masyarakat Kukar yang masuk kategori belum sejahtera adalah petani.
Mengenai upaya mendapatkan kembali penghargaan presiden melalui peningkatan produksi padi minimal 5 persen per tahun, Suyanto mengatakan upaya ke arah itu tentu ada, makanya segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan produksi terus dilakukan, baik dengan intensifikasi lahan, pembukaan lahan baru serta bantuan benih unggul dan tentunya pembinaan terhadap petani. "Kalau bicara target, saya tidak mau bermain dengan angka. Paling tidak kita bisa mempertahankan jumlah produksi kita," ujar Suyanto.
Untuk diketahui, saat menerima penghargaan presiden atas peningkatan produksi padi tahun 2008 yang diterima pada tahun 2009 lalu, dari target peningkatan 5 persen per tahun, jumlah produksi padi kukar saat itu jauh berada diatasnya, yakni 11, 8 persen. adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...