Tim Gulat Kaltim Sempat Panik Akibat Letusan Merapi2010-10-28 05:26:37
SAMARINDA-Tim Gulat Provinsi Kaltim sempat panik dengan tragedi meletusnya gunung Merapi, Selasa 26 Oktober, pasalnya saat itu tim gulat Kaltim tengah berada di kab Sleman, Yogyakarta yang termasuk dalam kawasan 'Waspada Merapi'. "Maklum saja karena para atlet kami memang belum pernah mengalami kejadian seperti ini, sehingga mereka merasa takut dan was-was mengingat kami tengah berada di lokasi yang cukup dekat dengan kejadian meletusnya gunung merapi,"kata Rudiansyah pelatih gulat Kaltim di hubungi Poskota, Rabu (27/10). Tim Gulat Kaltim bersama dengan tim dari propinsi lain di Indonesia tengah berada di Sleman, Yogyakarta untuk mengikuti pertandingan kejuaraan nasional (kejurnas) gulat, pada l7-29 Oktober 2010 yang dilaksanakan di GOR Sleman Yogyakarta. Rudiansyah mengaku pada saat kejadian dia bersama rekan-rekannya dalam tim sempat ketakutan bakal terkena dampak meletusnya gunung merapi yang akan merembet sampai di lokasi penginapan tim Kaltim yang berada di tengah kota Sleman, Yogyakarta. Apalagi dilingkungan masyarakat sekitar mereka menginap juga sempat terjadi kepanikan, dan situasi itu menambah perasaan was-was rekan-rekannya akan bahaya gunung merapi. "Pada saat kejadian lalu lintas di sekitar penginapan kami begitu padat, akan kendaraan yang hilir mudik, situasi ini yang membuat saya dan teman-teman terus dalam kecemasan,' terang Rudiansyah. Untung saja, kata Rudiansyah beberapa saat setelah kejadian panpel kejurnas sempat menenangkan situasi dan kondisi yang sempat panik bahwa kejadian meletusnya gunung merapi tidak sampai merembet di tengah kota Sleman, Yogyakarta. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya hujan abu ataupun bahan organik gunung lainnya yang turun diluar lokasi penginapan mereka menginap, beberapa jam setelah kejadian gunung merapi memuntahkan lahar panasnya. "Informasi yang kami dapatkan daerah kami diuntungkan dengan kondisi angin yang pada saat kejadian tidak mengarah ke lokasi tengah kota sleman, sehingga di sekitar lokasi penginapan kami pun masih bersih dan sama sekali tidak terkena dampak gunung merapi," tegas Rudiasnyah. Namun demikian meski sudah mendapatkan keterangan dari panpel yang menerangkan situasi dan kondisi aman namun rasa takut atlet Kaltim masih belum hilang. Hal ini disebabkan dugaaan tragedi meletusnya gunung merapi itu bisa menimbulkan gempa susulan di beberapa kab/kota di sekitar gunung Merapi. "Kami dan beberapa atlet juga sempat dihubungi oleh keluarga di Kalimantan, untuk memastikan apakah kondisi mereka selamat," tutur Rudiansah. Ia mengaku bersukur, paska kejadian meletusnya gunung merapi itu mengingat tidak ada satupun rekan-rekanya yang menjadi korban, karena memang keberadaan tim Kaltim di Sleman tidak tersentuh dampak meletusnya gunung merapi. "Saat ini beberapa atlet Kaltim sudah mulai bertanding, dan semoga saja bencana alam ini tidak membawa pengaruh yang buruk yang merusak psikologi atlet kami dipertandingan," tegas rudiansah mengakhiri.at
|