Pemekaran Wilayah di Kaltim Berhasil2010-10-28 05:27:20
SAMARINDA-Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa pemekaran wilayah di Kaltim dinilai berhasil. Ini ditandai dengan meningkatnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu diakui Departemen Dalam Negeri (Depdagri) memberikan penilaian bahwa Kabupaten Malinau bersama empat kabupaten dan kota yang dimekarkan secara bersamaan paa tahun 1999 lalu sebagai daerah pemekaran yang berhasil. “Pemerintah Pusat melalui Depdagri menyatakan bahwa Kabupaten Malinau merupakan wilayah pemekaran yang berhasil. Ini dibuktikan dengan pesatnya pembangunan yang dilaksanakan, serta meningkatnya perekonomian masyarakat,” harap Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Peringatan HUT ke XI Kabupaten Malinau di Stadion Utama Malinau, Selasa (26/10). AWang menambahkan, Provinsi Kaltim beberapa kali dilakukan pemekaran wilayah untuk tingkat kabupaten dan kota. Pada 1999 dilakukan pemekaran wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang, sedangkan Kabupaten Bulungan dimekarkan menjadi Kabupaten Malinau dan Nunukan. "Keberhasilan Malinau ini dapat dilihat dari diraihnya prestasi yang membanggakan di berbagai bidang pembangunan, serta ditandai berdirinya gedung-gedung perkantoran yang refresentatif.Serta dibangunnya jalan-jalan raya dan jembatan sebagai pembuka isolasi antar-daerah, tumbuh dan berkembangnya penanaman investasi, meningkatnya roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,"paparnya. Sesuai dengan semangat pemekaran, yakni penataan wilayah dalam rangka mendorong peningkatan pembangunan, peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan dan kemasyarakatan (pelayanan publik), serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah yang dikelola dan dimanfaatkannya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) secara maksimal, guna menuju terwujudnya kehidupan masyarakat yang berkeadilan, makmur dan sejahtera. “Peringatan HUT ke XI Kabupaten Malinau ini merupakan momentum yang tepat evaluasi diri tentang apa yang telah perbuat, apa yang tengah dikerjakan saat ini dan apa yang akan dilakukan untuk di masa depan,” harap Awang Faroek. Terhadap prestasi dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai, hendaknya dapat disyukuri dengan baik. Hambatan atau kendala, hendaknya dicarikan jalan pemecahannya. Sedangkan terhadap cita-cita masa depan, hendaknya dapat dikerjakan dengan perencanaan yang matang dan sistematis, sesuai dengan program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri (Gerbang Dema) yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Malinau.mar
|