Bentang Pendek Dipastikan Selesai 2011Pembangunan Jembatan Pulau Balang
2010-10-29 00:52:47
SAMARINDA-Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kaltim H Husinsyah menegaskan bahwa pembangunan jembatan pulau balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Panajam Paser Utara (PPU) dipastikan rampung 2010 ini, untuk bentang pendeknya. Menurutnya, keberadaan jembatan pulau balang yang menghubungkan antara Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah salah satu faktor vital dari upaya peningkatan perekonomian masyarakat Kaltim. Termasuk pendukung program nasional yakni koneksi jalan trans Kalimantan. “Insya Allah dengan melihat kondisi pengerjaan yang ada saat ini dan melihat kondisi anggaran yang ada, tentunya saya yakin 2011 untuk pembangunan bentang pendek Jembatan Pulau Balang dapat terselesaikan,” ujar Husinsyah ketika ditemui di Setprov Kaltim kemarin. Lantas bagaimana dengan keinginan beberapa LSM untuk menolak pembangunan jembatan tersebut, Husinsyah mengatakan, tentunya tidak semudah itu. Sebab, program pembangunan jembatan ini telah diprogramkan sebelum Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menjabat sebagai gubernur. Jika memang ada dampak dari pembangunan itu, lanjut Husinsyah, tentunya pasti ada. Hanya saja, hal itu tentu telah dipikirkan sejak jauh-jauh hari bagaimana penanganannya. “Apabila mereka menolak ya silahkan. Namun, pembangunan tentunya tetap dilakukan. Jika mementingkan lingkungan tentu pasti. Tapi, memperhatikan perekonomian masyarakat juga penting,” tegasnya. Sementara itu, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim H Rusmadi mengatakan, Pemprov Kaltim terus melanjutkan proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang bentang pendek, berdasarkan data terbaru, progressnya kini sudah mencapai 30,2 persen meliputi pembebasan lahan, konstruksi bawah jembatan dan lain sebagainya. Dari progress itu, dana yang sudah terserap senilai Rp178 miliar dari total untuk bentang pendek sepanjang 470 meter sebagai kewenangan Pemprov adalah sebesar Rp420 miliar. Ketika bentang pendek rampung, maka nantinya dilanjutkan oleh Pemerintah Pusat dengan membangun bentang panjangnya sepanjang 1.344 meter dengan estimasi total anggarannya Rp3 triliun. “Sudah 30,2 persen, mudah-mudahan saja target kita 2011 yang menjadi kewenangan Pemprov yakni bentang pendeknya itu rampung, jadi langsung dilanjutkan dengan pembangunan bentang panjangnya oleh pemerintah pusat,” jelasnya. Dikatakannya, keberadaan jembatan Pulau Balang sangat berkaitan dengan Pelabuhan Peti Kemasa Kariangau dan proyek jalan tol. Khusus tol jalur yang dimulai di kilometer 13 Balikpapan langsung tersambungnya ke jembatan Pulau Balang tersebut, untuk program nantinya proyek jalan tol jalur selatan. Disinggung soal adanya kekhawatiran sejumlah pemerhati lingkungan akan mengganggu ekosistem Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) Balikpapan, Rusmadi menegaskan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama pemerhati lingkungan belum lama ini, dan intinya mereka setuju dilanjutkan pembangunannya. “Yang jelas pembangunan jembatan Pulau Balang tetap dilanjutkan,” pungkasnya. mar/adv
|