Disdik Tunggu Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi

2010-11-01  05:51:52

TANJUNG REDEB- Prilaku ”doyan” korupsi di Indonesia masih terus terjadi. Moral rendah itu belum dapat sembuh hanya dengan ancaman hukuman penjara.
”Kita perlu pendidikan anti korupsi untuk generasi bangsa sejak dini, penanaman moral sangat tepat dilakukan sejak masih dalam usia sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Berau, Hj Rohaini.
Untuk itu, Rohaini sangat setuju rencana DPR RI untuk merancang anti korupsi dimasukan dalam kurikulum pendidikan di sekolah.  Kenyataannya korupsi masih merajalela dengan merugikan negara hingga trilunan rupiah dianggap lebih pada mental pejabat atau petinggi di Negeri ini.
Kepastian dari rencana DPR RI, kata Rohaini masih ditunggu hasilnya. Jika final maka pendidikan Berau nanti langsung menerapkan kurikulum itu sebagai salah satu mata pelajaran disekolah seluruh Berau.
”Norma-norma kejujuran sudah kita terapkan disalah satu sekolah terbaik kita yakni SMA 4 Sambaliung. Di sana ada kantin kejujuran yang sampai saat ini terus berjalan dan hasil tinjauan kami terakhir mereka berhasil,” ungkap Rohaini.
Ditengah terpuruknya nilai kejujuran sejumlah orang di Negeri ini, Rohaini memberikan apresiasi tinggi kepada pelajar di SMA 4 yang diakuinya cukup membangggakan moralnya. Beberapa waktu lalu dimedia sempat memberitakan nyaris 70 persen kantin kejujuran yang dibentuk diseluruh Indonesia gagal. Sebuah  indikator nyata dari minimnya kejujuran generasi bangsa yang terus tergerus.
Disdik Berau, kata Rohaini juga menyerukan kepada sekolah lain untuk mengikuti jejak SMA 4 dalam hal kejujuran ini. Penanaman moral bagi generasi ujar Rohaini harus dilakukan sejak dini, sebelum jiwa pelajar belum terkontaminasi hal negatif yang dapat merusak moral dalm hal kejujuran.     
”Tapi bukan hanya kepada anak didik, kami juga meminta kepala sekolah, dan guru benar-benar menjadi suri tauladan yang baik, jangan hanya menyerukan hal baik tapi harus menjadi contoh yg baik lebih dulu, kalau mau murid dapat nilai A, guru harus beri contoh A plus, saya mungkin paling cerewet dalam hal penekanan seperti ini, seperti rokok, guru jangan hanya  melarang, marah dan menghukum murid yang kedapatan merokok, tapi gurunya sendiri merokok di lingkungan sekolah secara terang-terangan, inikan bukan contoh yang baik,” kata Rohaini lagi.
Masalah Rokok dan penggunaan HP di lingkungan sekolah kini diterapkan secara dasar oleh Disdik dengan meminta semua guru tidak lebih dulu melakukannya. as

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...