Tim Disnak akan Pantau Kesehatan Hewan Qurban2010-11-01 06:36:36
SAMARINDA-Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kaltim H Ibrahim menghimbau kepada seluruh Dinas Peternakan kabupaten dan kota, kiranya bisa memantau tempat-tempat penjualan hewan qurban baik itu sapi maupun kambing yang banyak dijajakan dipinggir jalan. "Oleh karena itu kita minta kepada Dinas Peternakan khususnya Kota Samarinda dan Balikpapan, dapat memantau tempat-tempat penjualan hewan qurban, yang sekarang sudah mulai marak dilakukan para pedagang ternak, jangan sampai tempat penjualan tersebut ditaruh disembarang tempat, karena yang dijual tersebut merupakan hewan untuk qurban, yang tentunya harus sehat dan tidak cacat fisik,"papar Ibrahim kepada media belum lama ini. Ibrahim menjelaskan, untuk memantau hewan qurban, dalam waktu dekat ini tim pemantau hewan qurban yang tergabung dalam beberapa dinas instansi, akan segera turun kelapangan guna melihat langsung kesehatan dan fisik hewan qurban terutama yang didatangkan dari luar daerah, yang sekarang mulai marak dijual dipinggir jalan. "Insyah Allah, dalam waktu dekat ini, tim pemantau hewan qurban baik dari dinas peternakan provinsi maupun kabupaten dan kota akan segera turun kelapangan, untuk mengecek kesehatan hewan qurban yang dijual dipinggir jalan, dan bagi hewan qurban yang dinyatakan sehat nantinya akan diberikan stiker sehat, artinya hewan tersebut tidak ada masalah baik kesehatan maupun fisiknya dan boleh dijadikan untuk qurban pada Raya Idul Adha mendatang,"papar Ibrahim. Ibrahim menambahkan, untuk masalah kesehatan hewan yang akan dikurbankan, Ibrahimda menjamin sapi maupun hewan kurban lainnya yang didatangkan dari luar Kaltim, sudah melalui proses karantina dan dilakukan tes kesehatan, untuk menghindari terjangkitnya berbagai penyakit. Begitu hewan tersebut sampai di Kaltim, tim kesehatan langsung memeriksa kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut, sehingga berbagai penyakit yang terdapat ditubuh hewan dimungkinkan sudah disterilkan. “Kepada masyarakat disarankan untuk membeli hewan qurban di tempat-tempat yang aman, yakni tempat yang selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas seperti membeli dari peternak langsung, dari kelompok tani, dan sejumlah lokasi yang selalu dalam pemantauan kesehatan oleh petugas,” ujarnya. Ibrahim juga berpesan, kepada masyarakat, agar jangan mudah tergiur dengan harga hewan yang murah saat membeli hewan, karena bisa saja hewan tersebut berpenyakit, apalagi sejumlah penyakit pada hewan yang saat ini selalu dikhawatirkan, seperti antraks dan penyakit kuku dan mulut. "Kepada para pedagang hewan qurban baik sapi maupun kambing dadakan yang kerap beroperasi di tempat-tempat yang dekat dengan pemukiman penduduk dan badan jalan, agar memperhatikan kesehatan lingkungan agar tidak mengganggu pengguna jalan, akibat bau kotoran hewan,"ujar Ibrahim. Seperti diwartakan sebelumnya, Dinas Peternakan Provinsi Kaltim dalam mengantisipasi permintaan masyarakat dalam menghadapi Hari Idul Adha mendatang, akan menyiapkan kurang lebih 18.800 ekor hewan qurban yaitu 7.800 ekor sapi dan 11.000 ekor kambing. Sapi dan kambing tersebut sudah tersebar di 14 kabupaten dan kota yang ada di Kaltim. Hewan-hewan qurban tersebut telah berada di lokasi peternakan dan kelompok tani di masing-masing daerah kabupaten/kota. Jumlah 18.800 tersebut tidak termasuk ratusan sapi maupun kambing yang didatangkan oleh pedagang hewan musiman.mar/adv
|