Kutu Pancaroba Serang Warga SambaliungAir Sungai Kelay dan Segah Aman
TANJUNG REDEB – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Berau, Basri Syahrin menegaskan, masalah penyakit gatal – gatal yang menyerang warga Sambaliung, khususnya RT 01 sampai RT 12, yang disinyalir karena memanfaatkan air Sungai Kelay yang diduga tercemar limbah industri ternyata disebabkan Kutu Pancaroba. Hal itu dibuktikan oleh tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, yang beberapa waktu lalu turun ke lapangan, mendeteksi adanya peneyebaran penyakit itu. “Jadi bukan karena mandi di sungai, lalu terkena penyakit gatal – gatal. Tetapi murni karena kutu pancaroba, karena akhir – akhir ini terjadi perubahan iklim di Kabuapten Berau,” ujarnya. Mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Berau ini menegaskan, sampai saat ini air Sungai Kelay dan Segah tingkat keasamannya masih tergolong aman, masuk kategori standarisasi air normal. “Jadi tidak berpengaruh terhadap penyakit gatal – gatal, karena air sungai itu tergolong standar,” ungkapnya. Selain itu ia juga menjelaskan, untuk menganalisa baku mutu air untuk dikonsumsi, seperti untuk masak, minum dan untuk mandi itu kata dia, cara menganalisanya berbeda – beda, tergantung kebutuhan. “Kalau untuk minum dan masak itu ada perlakuan khusus, berbeda dengan keperluan mandi. Tapi pada intinya air Sungai Segah dan Kelay tetap tergolong normal lah,” ungkapnya. Oleh karena itu pendapat dia, munculnya penyakit yang menular di sekitar Sambaliung itu, kemungkinan dari faktor kurangnya keperdulian warga terhadap likungan sekitar rumah, kemudian minimnya keperdulian terhadap diri sendiri. “Itu kemungkinan – kemungkinan yang bisa terjadi, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita,” tuturnya. roz
|