Pengembangan Usaha Masyarakat Tingkatkan Ekonomi Jangka Panjang2010-11-02 05:41:24
ASPEK pembangunan di Kabupaten Berau diberbagai lini, seakan tidak ingin dilepaskan PT Berau Coal (BC) untuk berperan aktif di dalamnya. Sektor sosial ekonomi menjadi target pencapaian BC di tengah keberadaannya di Bumi Batiwakal. Tidak terlalu jauh dari lingkup lokal tambang sudah dibuktikan BC melalui kontribusi nyata melaui pembinaan kampung. Berbagai pencapaian telah dirasakan masyarakat sekitar.
Untuk mencapai tujuan peningkatan ekonomi lokal, pengurangan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, dalam pilar program kontribusi sosial ekonomi, BC mempunyai 5 bidang program dalam pelaksanaan tanggung jawab sosialnya. Adapun Program-program tersebut adalah pengembangan agribisnis, pengembangan koperasi usaha kecil dan menengah (KUKM), Penguatan Kelembagaan Masyarakat, Penguatan Komunitas Adat Terpencil serta bantuan sarana penerangan masyarakat. Kegiatan dalam pilar kontribusi sosial dan pengembangan ekonomi yang dijalankan, seperti program agribisnis sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan agribisnis di Kabupaten Berau. Serta dukungan kepada program pemerintah daerah, bekerjasama dengan Dinas Perkebunan, Pertanian dan Peternakan, PT BC memberikan bantuan dan asistensi melalui berbagai program-program berbasis agribisnis. Dalam pelaksanaannya mengedepankan partisipasi aktif dari masyarakat pemilik program, mulai dari pemilihan komoditas, pelaksanaan kegiatan serta aturan-aturan kelompok dalam mengelola bantuan yang akan dan telah diberikan. PT BC berharap pilihan program pertanian dapat menjadi penopang ekonomi keluarga yang berkelanjutan bagi masyarakat tersebut di masa mendatang. Beberapa program agribisnis yang dijalankan pada, antara lain disebutkan, ”Ada beberapa program yang sudah kita terapkan dilapangan melalui pengembangan agribisnis, seperti Program pengembangan Agribisnis Nilam, Pengembangan Agribisnis Kakao, Pengembangan Agribisnis Karet Pengembangan koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perluasan Kesempatan Kerja, Penguatan komunitas adat terpencil,Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Lokal,” terang Public relation PT BC, Arif Hadianto. Program agribisnis Nilam dijalankan di Kampung Sukan, Maluang, dan Kampung Tasuk. Pada tahun lalu telah dikembangkan tanaman nilam seluas 29 hektare oleh 3 kelompok tani di kampung tersebut dengan total pemetik manfaat sebanyak 55 kepala keluarga. Selain budidaya tanaman nilam, kegiatan yang dilakukan untuk mendukung agribisnis nilam ini adalah berupa penyediaan mesin penyuling nilam. Sebanyak 2 unit mesin telah diberikan oleh PT Berau Coal untuk dikelola kelompok tani di kampung Sukan dan kampung Maluang. Agribisnis jenis Kakao sendiri dimaksudkan guna memperkuat kapasitas penguasaan teknologi dan pemasaran bagi para petani kakao yang tinggal di sekitar lingkar tambang. Berdasarkan data tahun 2009 jumlah areal tanaman kakao yang dimiliki oleh masyarakat seluas 2.215 hektar yang tersebar di 7 kampung yakni Tumbit Dayak,Tumbit Melayu, Bena Baru, Suaran, Inaran, Long Lanuk dan Maluang. Untuk mendukung peningkatan teknologi dan produktivitas petani kakao, bekerjasama dengan Dinas Perkebunan kabupaten Berau dan Pokja Coco Banua, PT C melakukan pelatihan tehnik sambung samping tanaman kakao. Pelatihan yang berlokasi di Kampung Meraang dan lahan Mineclosure Binungan ini diadakan pada triwulan IV 2009. Sementara pengembangan tanaman karet ini dilakukan di wilayah kampung Sambakungan, Tasuk, Samburakat, Maluang dan Tanjung Prangat. Adapun bantuan yang diberikan oleh PT BC berupa penyediaan bibit sebanyak 52.000 yang ditanam di areal seluas 104 hektar. Bantuan bibit ini dinikmati oleh 104 petani yang tergabung dalam 5 kelompok tani. Selain tiga komoditas utama di atas yang menjadi fokus program pengembangan agribisnis, PT BC juga membantu pengembangan komoditas tanaman jeruk dan buah-buahan, lada, pengembangan ternak sapi, budidaya Ikan keramba serta budidaya ayam lokal. “Beberapa program pengembangan yang kita laksanakan bahkan sudah menuai hasil dibeberapa, sektor ini sengaja kita galakkan salah satunya dengan memanfaatkan eks lahan tambang sebagai multi fungsi selain menghasilkan nilai ekonomis juga upaya kita reklamasi lahan,” jelas Arif lagi. PT BC juga mendukung program pemerintah pusat yang dijalankan Pemkab Berau yakni Penguatan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Seperti diketahui di sekitar tambang Berau Coal beroperasi, terdapat komunitas adat terpencil (KAT) yang merupakan Suku Dayak Punan Basaf. Komunitas tersebut berdiam di wilayah KM 10 Kampung Sambakungan di sekitar site Lati, wilayah KM 21 Sambarata Kampung Tasuk dan Kampung Birang di sekitar site Sambarata. Sebagai bentuk komitemen PT Berau Coal untuk memajukan komunitas tersebut, PT Berau Coal memberikan perhatian penuh dalam bentuk Program Pemberdayaan untuk Komunitas Adat Terpencil. Melalui program Pendidikan, menyekolahkan anak-anaka usia 7 – 12 tahun untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah kampung-kampung terdekat. Di bidang kesehatan, secara rutin PT Berau Coal melakukan kunjungan kesehatan di 3 wilayah komunitas Suku Dayak Punan Basab. Sementara di bidang ekonomi, PT Berau Coal memberikan pendampingan budidaya tanaman pangan berupa sayur-sayuran serta ternak unggas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. ”PT Berau Coal tetap komitmen diseparuh perjalanannya di Berau mendukung semua program yang berjalan, baik jalankan program yang bersumber dari pemikiran teman-teman di Comunity Development juga mendukung program pemerintah daerah,” tutup Arif. as
|