Banyak yang Harus Dibenahi2010-11-02 05:43:10
TANJUNG REDEB - Untuk meraih penghargaan Adipura, nampaknya Kabupaten Berau harus banyak berbenah, terutama soal penanganan sampah. Kendati begitu, pasar induk Sanggam Adji Dilayas akan dipromosikan ke tingkat Nasional, sebagai pasar percontohan. Selain masalah penangan sampah, masalah pengelohan limbah rumah sakit Abdul Rifai dan terminal juga menjadi sorotan tim penilai. Seperti yang diketahui masyarakat Berau, sampah adalah masalah yang terbilang lumayan pelik. Pasalnya, selain bak sampahnya terbuka, kesadaran masyarakat masih banyak yang minim. Standarisasi kelayakan bak sampah itu seharusnya tertutup, sehingga bau sampah tidak menebar kemana – mana, disisi lain jika bak sampah itu tetutup terlihar rapi, apa lagi dindinya dihiyasi dengan gambar – gambar yang menyejukkan, tetntu menambah nilai keindahan. Padahal, kata dia, sampah adalah uang, jika bisa mengelola dengan baik, salah satunya adalah membuat kompos, yang manfaatnya cukup besar untuk kesuburan berbagai jenis tanaman. Bahkan barang – barang bekas yang bisa dimanfaatkan tanpa dolah pun bisa langsung menjadi “Saya saksikan sendiri, membuang sampah dengan menggunakan motor atau mobil asal lempar saja, nggak perduli masuk baknya atau tidak, yang penting membuang sampah," urai Hj Lilik perwakilan dari Badan Lingkungan HIdup (BLH) Provinsi Kaltim, Senin (1/11) di ruang rapat Sangalaki Pemkab Berau pada acara evalusai Adipura P1 03/2010. Selain itu, dalam acara yang dihadiri Kapala BLH Kabupaten Berau Basri Syahrin, dinas instansi terkait dan beberapa perwakilan pengusaha itu, ia juga menambahkan, bahwa pengelolaan limbah rumah sakit juga perlu penanganan khusus, agar tidak menimbulkan penyakit di sekitarnya, terutama di lingkungan pemukiman warga yang tingal tidak jauh dari rumah sakit. Begitu juga masalah penangan terminal, penanganan terminal ini juga dianggap penting, agar segala sesuatunya terlihat rapi, bersih dan indah dilihat. Ini lah salah satu kreteria penilaian tim yang harus ditangani dengan serius masing – masing dinas instansi terkait, jika ingin meraih penghargaan Adipura," beber Lilik Meski begitu, dirinya kini tengah berupaya mempromosiakan pasar induk sebagai pasar terbesih di Indonesia, dengan penaganan secara tradisional. ”Bahkan saya sudah mengirim surat ke Presiden, agar pasar induk Sanggam Adji Dilayas itu bisa menjadi bahan percontohan bagi daerah lain,” katanya. Sementara itu, Kapala BLH Drs Basri Syahrin menambahkan, untuk menangani masalah limbah rumah sakit, dirinya telah menyiapkan tim khusus yang menangani limbahnya. Begitu juga masalah lainnya, dirinya juga akan melakukan kerja sama dengan dinas instansi terkait, agar sama – sama bisa mewujudkan mendapatkan penghargaan Adipura. roz
|