Diskominfo Galakkan Kesenian Tradisional Kaltim2010-11-02 06:19:13
SAMARINDA-Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kemkominfo) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim bersama Forum Komunikasi Media Tradisional (Forkometra) Kaltim bertekad untuk terus menggalakkan sosialiasi program pemerintah melalui media pertunjukan rakyat. Kepala Diskominfo Kaltim H Jauhar Efendi, kegiatan pagelaran kesenian tradisional selain dapat memberikan informasi penting dari pemerintah, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan budaya lokal yang sudah mulai tergerus budaya asing. “Kita berusaha mengemas informasi yang mencerdaskan, mencerahkan, dan menyejahterahkan masyarakat. Dengan budaya kearifan lokal, diharapkan mampu mengimbangi informasi dari media televisi dan radio, terutama budaya asing yang sudah mulai merambah budaya Indonesia,” kata H Jauhar Efendi usai Pentas Sandiwara Tradisional Mamanda (Sandima) Loah Maurai di Taman Budaya Kaltim, Sabtu (30/10). Kegiatan ini ujarnya, merupakan sosialisasi program pemerintah melalui pertunjukan Sandima Loah Maurai dengan melibatkan beberapa kelompok kesenian tradisional yang pertama kali dilakukan Kemkominfo, Diskominfo Kaltim dan Forum Komunikasi Media Tradisional (Forkometra) Kaltim. "Oleh karena itu, pihaknya akan terus menggandeng forum tersebut, baik provinsi maupun kabupaten dan kota untuk terlibat dalam membina tradisi budaya lokal. Apalagi, dalam upaya antisipasi, sekaligus meminimalisir pengaruh globalisasi,"tandasnya Bahkan, sesuai instruksi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak agar forum kesenian tradisional itu dapat dibentuk di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim. Target pada 2011 ini sudah terbentuk di seluruh wilayah Kaltim. Selain untuk menampilkan kesenian tradisional yang menggunakan media pertunjukan rakyat untuk mengimbangi infiltrasi budaya asing. Juga, memiliki misi untuk menyampaikan berbagai program pembangunan dari pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya. “Diskominfo sangat mendukung pelestarian budaya nasional dari infiltrasi budaya asing gencar melalui teknologi informasi, di samping memperkuat pesan moral yang disampaikan dalam pementasan. Saat ini, banyak anak-anak generasi muda mendapatkannya dengan mudah, tanpa dibentengi dengan nilai moral yang kuat,” papar Jauhar.mar
|