Kampanye Hidup Sehat Berencana Melalui Musik RapJaga Diri dan Keluarga dari Penularan HIV/AIDS
2010-11-02 06:30:11
TENGGARONG- Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Minggu (31/10) lalu menggelar lomba Nge-Rap. Lomba yang dibuka Kabid Keluarga Berencana BKBP3A Kukar, Hendriansyah Amin itu berlangsung di Waduk Panji Sukarame. Lomba Nge-Rap itu sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia (HAS) di Kukar. Lomba Nge-Rap dipilih mengingat jenis musik tersebut banyak digandrungi generasi muda, dimana mereka itu (generasi muda, red) merupakan sasaran dalam mengkampanyekan hidup sehat berencana tanpa narkoba, pergaulan bebas dan HIV/AIDS. Hendriansyah Amin dalam kesempatan itu menyampaikan, penduduk Indonesia merupakan terbesar nomor 4 di dunia yakni 237,6 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk sekitar 3,5 juta jiwa pertahun, dengan indek pembangunan manusia (HDI) yang relatif rendah yaitu berada pada posisi 108 dari 117 negara dunia. "Posisi ini akan bisa berubah dengan cara meningkatkan sumber daya manusia, dan salah satu tujuan program KB nasional adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia," kata Hendrianysah Amin. Dengan ber KB, kata Hendriansyah, diharapkan akan terbentuk suatu keluarga yang kecil, dan dengan keluarga kecil akan mudah untuk meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan yang pada akhirnya akan mudah meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berkaitan dengan Hari HIV/AIDS Sedunia, dikatakan saat ini perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia menunjukan kecenderungan meningkat. Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan RI, pada akhir Juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap pada usia 20-19 tahun 48,1 persen, usia 30-39 tahun 30,9 persen. Hasil sementara sensus penduduk tahun 2010, lanjut Hendriansyah, penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa dan 25 persen diantaranya berusia 15-24 tahun. "Kelompok usia ini rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS serta narkoba," kata Hendriansyah. Ditambahkan, permasalahan lain adalah karena rendahnya pengetahuan penduduk remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), khususnya dalam hal cara melindungi diri dari prilaku seksual berisiko, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, IMS dan HIV/AIDS. Dalam rangka lomba Nge-Rap tingkat kabupaten itu, Handriansyah Amin mengajak meningkatkan kualitas penduduk usia muda dengan cara memberikan informasi tentang perencanaan keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang dikemas secara menarik. Demikian juga sosialisasi tentang bagaimana mencegah dan melindungi diri, keluarga dan masyarakat agar terhindar dari penularan HIV/AIDS, melalui salahsatunya dikenal dengan Genre (generasi berencana). Termasuk kegiatan lomba Nge-Rap yang dilaksanakan, dimana melalui musik Rap yang kontennya ajakan hidup sehat dengan perencanaan keluarga agar terhindar dari HIV/AIDS, narkoba dan seks bebas," kata Hendriansyah. Panitia pelaksana yang juga staf di BKBP3A, Sutrisno berharap tujuan dari lomba tersebut dapat tercapai, sehingga angka penularan HIV/AIDS khususnya di Kukar dapat ditekan melalui salah satu dari program KB yang dijalankan. Lomba yang menghadirkan Kabid Kesenian Disbudpar, Syahliansah sebagai salahsatu dewan juri menghasilkan tiga pemenang, yakni Fandi sebagai juara I, Ari Suntoro juara II dan Muhammad Yusran sebagai juara III. Pemenang yang lolos seleksi itu, akan diikutkan pada Grand Final tingkat provinsi Kaltim dan juara tingkat provinsi nantinya akan mengikuti Grand Final di tingkat pusat. yd
|