Panitia Lelang DPK Bulungan Diduga Pungli 2010-11-02 06:47:50
TANJUNG SELOR-Panitia Lelang di Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Bulungan diduga melakukan pungutan liar (pungli). Kabarnya, masing-masing peserta lelang di DPK berjumlah 15 perusahaan telah membayar Rp1 juta untuk biaya administrasi. Alhasil, biaya administrasi biaya penembusan dokumen lelang itu membuat kalangan pengusaha kontraktor, yang tergabung dalam Gabungan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) kecewa, karena pungutan itu merugikan pengusaha. Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Andi Mutang kepada Poskota Kaltim di ruang kerjanya, Senin (1/11) menilai bahwa pungutan yang dilakukan panitia lelang di DPK Bulungan berlebihan dan tak sesuai peruntukan sebenarnya. Sehingga wajar jika pungutan itu dinilai merupakan pungli, karena keabsahannya tak bisa di pertanggungjawabkan. “Jika dana sebesar Rp1 juta yang di pungut sebagai biaya administrasi dari peserta lelang dan peruntukannya jelas, itu tak menjadi masalah. Tapi, jika melihat dari jumlah dana yang dipungut untuk penggandaan dokumen, yang tidak sesuai dengan jumlah yang dipungut, ya kami kategorikan sebagai pungli,” tegas Andi Muthang. Andi Muthang menjelaskan bahwa pungutan administrasi yang dilakukan panitia lelang DPK Bulungan telah menyalahi aturan, karena melanggar Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 80 tahun 2003. “Dalam Kepres nomor 80 2003 disebutkan bahwa setiap panitia lelang tak dibenarkan memungut biaya apapun, selain penggandaan dokumen, namun kondisi yang terjadi ditubuh panitia lelang di DPK telah melakukan pungutan penggandaan dokumen," jelas Andi Muthang. Andi Muthang menegaskan pungutan dengan dalih untuk penggandaan dokumen tersebut ternyata tidak sesuai dengan jumlah lembaran dokumen yang digandakan, sehingga pungutan tersebut dapat di kategorikan sebagai pungli, dan bertentangan dengan Kepres nomor 80 tahun 2003, termasuk kinerja panitia lelang yang bekerja dinilai sangat tidak profesional, sehingga terjadi kesimpang siuran sistem di DPK Bulungan. vic
|