Pupuk Sawit Menghilang Petani PPU Kelabakan

2010-11-03  05:00:31

PENAJAM, Petani sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengeluh karena produksi sawit mulai menunjukkan penurunan yang sangat drastic dan ini dipastikan akan membawa kerugian yang besar, padahal selama ini produksinya tetap tinggi karena pasokan pupuk tetap terjaga dengan baik tapi belakangan ini pupuk mulai langkah.
"Akhir-akhir ini sejumlah kebun kelapa sawit milik petani cenderung mengalami penurunan produksi buah, penurunan produksi itu lantaran kurangnya pupuk yang harus diberikan pada tanaman sawit sedangkan untuk mendapatkan pupuk bagi sawit mulai suilit ditemukan," ujar Sugianto, petani sawit warga RT 23 Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), baru-baru ini.
Menurut dia, 85 persen produksi buah sawit itu tergantung pada pemupukan, pupuk yang
mencukupi kebutuhan tiap-tiap pohon sawit akan menghasilkan tandan buah segar yang besar.
"Sebaliknya bila kekurangan pupuk, maka akan terjadi penurunan produksi TBS dan biasanya dalam memanen sawit TBS yang dihasilkan kebun sawit kami mendapat 30-40 kilogram per tandan," jelasnya.
Karena itu, kata dia, perlu ada perhatian pemerintah agar dapat menyediakan pupuk bersubsidi bagi petani, pada musim panen bulan lalu kebun sawit di lahan seluas 21 hektare itu sanggup menghasilkan buah seberat 50 ton setiap kali panen, namun, kini lantaran kekurangan pupuk untuk menyuburkan buah maka panen yang dihasilkan angkanya berada dibawah 50 ton per ha untuk sekali panen.
Petani sawit yang tergabung pada Kelompok Tani Sawit Sejahtera ini mengaku mempunyai
pengalaman mengelola kebun sawit di Malaysia selam 20 tahun, berdasarkan pengalaman dan kemahirannya itulah 2002 silam, ia kembali ke tanah air lalu menerapkan ilmunya di bidang  perkebunan kelapa sawit, diakuinya sejak 1982-2000 mengelola kebun karet dan kebun sawit di Malaysia.
Diakuinya, dengan modal pengalaman di negeri tetangga itu saya mencoba membuka lahan
seluas 21 hektare, kini sekitar 15 hektare yang sudah saya anggap berhasil, sehingga ada rencana membuka lahan baru di daerah Kelurahan Buluminung seluas kurang lebih 50 hektare.
"Kami akan berupaya meminta bantuan kepada Pemkab PPU melalui dinas terkait berupa bantuan bibit dan pupuk," tambahnya.
Bantuan itu bukanlah cuma-cuma, namun ia sanggup mengembalikan berapa anggaran yang
ditetapkan, hanya saja ia mohon kebijakan pemerintah agar dalam pengembalian dana bantuan pupuk itu sedikitnya dalam tiga tahap, jadi pemerintah tak mengalami kerugian, petani juga tak merasa terbeban.max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1235 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...