Protes Warga BDS 1 Ditanggapi Wakil Walikota2010-11-03 05:09:47
BALIKPAPAN, Sikap sejumlah warga masyarakat terkait ancaman longsor akibat seorang warga Jamaluddin, beralamat di RT 79 Kelurahan Gunung Bahagia,Balikpapan Selatan melakukan pengupasan lahan tanpa pemberitahuan membuat wargaBukit Damai Sentosa (BDS) I meminta perhatian pemerintah kota Balikpapan dan langsung ditanggapi Wakil Walikota H Rizal Effendy, SE. Ketua RT. 79, Margono mengatakan dengan dilakukan pengupasan lahan membuat lahan sekitar pemukiman mulai longsor dan ini dilaporkan sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal. "Kami ingin pemkot Balikpapan memberikan perhatian terhadap pemilik lahan Jamaluddin agar tidakmelakukan pengupasan lahn yang berdampak pada longsornya lahan pemukiman warga RT. 79," katanya. Dia juga mengatakan, pemilik lahan Jamaluddin sedang membangun rumah tinggal, ini terlihat kalau sudah mulai membangun fondasi rumah, olehnya sebelum bangunan itu dilanjutkan akan lebih baik pemkot Balikpapan melakukan pengecekan dilapangan sehingga bisa mengetahui secara langsung apa yang dilaporkan warga. Wawali Rizal Effendy, didampingi sejumlah staf terdiri dari Asisten II Sekdakot, H Sayid MNFadli MSi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir Sri Soetantinah, Staf Badan Lingkungan Hidup (BLH), Erwin serta Bagian Perkotaan, Agus. Ketua RT. 79 Kelurahan Gunung Bahagia, Margono bersama 3 orang warga BDS 1 menunjukkan sejumlah foto lapangan serta dokumentasi foto lainnya yang diperlihatkan dari layar laptop, dalam gambar itu terlihat, kesibukan sejumlah ibu rumah tangga mengeluarkan air yang masuk ke rumah menggunakan ember, kegiatan kerja bakti melibatkan sejumlah warga membersihkan sedimentasi pasir yang ketinggiannya mencapai 40 sentimeter dan siring dari karung berisi pasir buatan warga untuk mencegah banjir dan lainnya. Melihat kondisi tersebut, Sri Soetantinah mengatakan pihaknya segera akan mengambil langkah untuk mengatasi kiriman lumpur yang selalu terjadi saat hujan turun, menurut Tantin-panggilan Sri Soetantinah, hari ini (Kemarin, red) pihaknya menurunkan alat berat untuk mengangkut lumpur-lumpur yang telah menutupi jalan di kawasan BDS 1. Sementara itu Erwin Staf BLH menyarankan agar pihaknya bersama dengan DPU dapat membuat saluran pemecah aliran lumpur menuju kawasan hutan kota yang berada di sebelah lokasi pengupasan lahan milik Jamaluddin, caranya dengan membuat saluran drainase di sekitar perumahan warga sehingga air bercampur lumpur yang meluncur dari bukit tidak langsung kepemukiman. Dalam pertemuan itu, Asisten II Fadli langsung menginstruksikan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meninjau lokasi serta mencegah adanya upaya pembangunan pemukiman diatas lahan tersebut. ‘’Satpol PP sudah saya perintahkan ke lokasi yang disoal warga selain itu Dinas Tata Kota (DTKP, red) juga sudah saya minta agar tidak menerbitkan izin (IMB, Red) kepada siapapun yang mengurus pembangunan rumah di situ,’’ ujar Fadli. max
|